Rabu, 21 Agustus 2024
Suara Mesin Ketik
Senin, 22 Juli 2024
Proses Pemugaran Candi
![]() |
| Mahasiswa menyimak paparan, Pak Dwi Cahyono sebagai narasumber dalam kegiatan History Tour. |
![]() |
| Terlihat petugas sedang memindahkan batu Candi menggunakan Forklift |
![]() |
| Pemasangan perancah (semacam scafolding) untuk menata ulang candi |
![]() |
| Pembentukan batu candi yang hilang (kurang) oleh tim BPCB |
![]() |
| Pekerja akan menyusun kembali salah satu fragmen batu candi yang diambil dari susunan percobaan (sebelah kanannya) |
Kamis, 25 April 2024
Menghindari Marah kepada Anak
Kemarahan orang tua kepada anak umumnya disebabkan oleh ketidakdisiplinan anak. Misalnya saat orang tua berbelanja, lalu anak dengan memaksa meminta dibelikan barang-barang yang tidak diperlukan kemudian anak rewel dan mengamuk. Atau pada kondisi tertentu anak melakukan pembangkangan dan ketidakpatuhan sehingga menyulut kemarahan orang tua. Amarah tersebut biasanya dilampiaskan dengan memukul, membentak, dan memaki anak.
Rewel dan mengamuk yang dilakukan anak dapat dikategorikan perilaku tidak disiplin. Disiplin adalah rasa kepatuhan terhadap aturan atau pengawasan dan pengendalian. Disiplin adalah upaya untuk memberikan. Anak yang rewel, mengamuk, atau menangis tantrum merupakan satu bentuk ketidakpatuhan pada aturan dan pengawasan orang tua.
Untuk menghindari kemarahan dan pukulan terhadap anak, terdapat beberapa tips dengan menerapkan disiplin ketat pada anak. Adapun caranya sebagai berikut:
1. Bersama anak membuat aturan sederhana dan batasan, dan pastikan anak memahaminya.
Membuat aturan bersama membuat anak merasa diakui keberadaannya, sehingga dapat meunmbuhkan rasa percaya diri pada anak. Di lain itu juga dapat memahamkan anak atas aturan-aturan yang akan diterapkan berikutnya. Dengan membuat aturan bersama anak, maka anak akan dapat lebih bertanggungjawab atas aturan tersebut, selain itu anak juga tidak akan merasa keberatan dengan aturan yang disepakati tersebut.
2. Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk membahas tentang isu-isu dan mengambil keputusan bersama.
Hal ini melatih anak untuk menyampaikan ide dan gagasannya sehingga melatih anak berpikir kritis. Anak akan benar-benar memahami dan mengerti aturan-aturan yang akan diputuskan dari diskusi tersebut karena ia terlibat langsung dalam menentukan aturannya.
3. Pengunaan nada suara yang tepat, yaitu pelan namun tegas.
Setelah aturan ditetapkan, maka yang dilakukan orang tua adalah mengontrol berjalannya aturan tersebut. Dalam perjalanannya dimungkinkan anak melakukan pelanggaran-pelanggaran atas aturan yang sudah disepakati. Maka jika hal tersebut terjadi, orang tua bisa mengingatkan dengan cara yang bjiak, salah satunya adalah menggunakan nada yang pelan tapi tegas.
4. Puji dan tanamkan perilaku baik.
Pujian terhadap anak merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kebaikan dan kepatuhan yang dilakukan anak. Dengan pujian, anak akan merasa berharga terutama atas kepatuhannya pada aturan-aturan yang telah disepakati bersama orang tua.
5. Usahakan untuk mengatakan "tidak" secara konsisten pada hal-hal yang disepakati bersama
Dalam penerapan kedisiplinan kadang muncul moment-moment tertentu yang mendorong anak untuk melakukan pelanggaran. Kemudian anak mencoba melakukan negoisasi kepada orang tua untuk melakukan pelanggaran sedikit. Misalnya sudah disepakai boleh menggunakan hp pada jam-jam tertentu, namun anak memohon untuk menggunakannya di luar jam yang sudah disepakati, maka orang tua harus tegas untuk bilang tidak. Karena, sekali orang tua membolehkan anak melanggar aturan yang disepakati, maka sebenarnya ia telah merusak komitmen bersama yang dibangun sebelumnya.
Orang dewasa bisa mendorong anak-anak supaya patuh dan bisa bekerjasama dengan cara:
1. Mengetahui benar tentang karakter dan perkembangan anak
Pengetahuan orang tua tentang psikologi anak sangat diperlukan supaya dapat bertindak sesuai dengan karakter dan perkembangan anak, sehingga apa yang dilakukan dapat berdampak secara efektit terhadap anak. Ilmu psikologi yang mempelajari tentang perkembangan seseorang dari bayi hingga masa tua dinamakan Ilmu Psikologi Perkembangan. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalu bacaan-bacaan di internet yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
2. Bantu anak-anak untuk mengutarakan pendapat dan perasaan mereka.
Untuk memberanikan diri anak mengungkapkan persoalannya kepada orang tua merupakan salah satu hal yang cukup sulit, terutama persoalan-persoalan yang dianggap anak tidak akan mendapatkan dukungan orang tua. Namun demikian, meskipun sulit orang tua harus tetap berusaha untuk terbuka kepada anak dengan sering mengajaknya mengobrol dan berdiskusi supaya anak merasa nyaman dan aman ketika mengutarakan persaannya kepada orang tua. Orang tua mengetahui persoalan yang dihadapi anaknya sangat penting karena hal tersebut dapat membantu anak dalam mengatasi permasalahannya.
3. Mau berbicara dengan anak-anak.
Komunikasi dengan anak perlu dilakukan secara terus menerus, sehingga antara anak dan orang tua akan terbangun ikatan emosional. Hal ini akan membantu mereka untuk mengungkapkan masalah-masalah yang dihadapi, sehingga orang tua dapat membantu dengan memberikan solusi yang tepat.
4. Memahami dunia anak-anak
Memahami dunia anak dapat dilakukan dengan memahami psikologi perkembangan anak. Dengan pemahaman yang mumpuni orang tua dapat bersikap pada anak dengan sikap yang tepat.
5. Menghormati anak setiap saat, juga ketika meminta bantuan mereka
Memperlakukan anak sebagai seseorang yang otonom dan mandiri dapat membuat mereka lebih percaya diri. Sehingga dalam setiap hal, anak diperlakukan seperti orang dewasa pada umumnya, dihormati, diajak diskusi, dan lain sebagainya. Dengan perlakuan demikian, keberadaan anak menjadi terakui dan mereka akan merasakan keberadaannya.
6. Menghargai upaya anak-anak untuk membantu
Di saat anak membantu pekerjaan mungkin mereka akan melakukannya lebih lama, atau dapat mengganggu pekerjaan orang tua. Akan tetapi membolehkan anak membantu dalam melakukan pekerjaan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas keberadaan seorang anak. Selain itu, keterlibatan anak dalam pekerjaan adalah sebagai pembangun hubungan harmonis antara anak dan orang tua.
7. Mempercayai bahwa anak-anak bisa bertanggung jawab
Beberapa tanggung jawab kecil dapat kita bebankan pada anak, hal ini untuk melatih mereka mengemban amanah. Misalnya merapikan mainan setelah dipakai, meletakkan sepatu dan sandal di rak, dan bertanggung jawab atas kebersihan kamarnya.
8. Memberi pujian atas pencapaian mereka
Pujian secara verbal dapat membuat anak merasa dihargai dan berharga. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaandirinya sehingga anak dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik.
9. Mendorong anak-anak dengan kata-kata positif dan nyata dengan contoh dari diri kita sendiri
Cara mendidik anak yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh langsung. Dengan contoh langsung, anak tidak hanya tahu, tapi juga mengerti dan memahami.
10. Jelaskan kepada anak perilaku yang baik dan kurang baik dengan kata-kata yang mudah dimengerti.
Penjelasan kepada anak tentang ini boleh ini tidak boleh, sangat diperlukan. Hal tersebut untuk membuat anak benar-benar memahami tentang apa yang dilaknannya. Jika anak mampu memahaminya anak akan melakukan setiap sesuatu dengan kesadaran penuh dan percaya diri.
Apabila anak tetap melakukan hal-hal buruk, maka orang tua dapat mengatasi perilaku tersebut dengan:
1. Mencabut sementara hak istimewa
2. Membiarkan anak untuk jauh dari lingkaran keluarga di tempat yang aman
3. Komentari perilakunya, bukan anaknya. Contoh, katakan perilaku tersebut tidak baik, jangan katakan kamu tidak berguna, dll.
Janganlah marah kepada anak, mereka mengalami kebahagiaan dalam waktu yang singkat. Mereka juga akan menjadi dewasa seperti orang tuanya beserta permasalah-permasalah kehidupan yang melingkupinya.
Kamis, 25 Januari 2024
Memilih Velg Retro untuk Corolla DX
![]() |
| Enkei Rally R 14 lebar 6 |
![]() |
| Bridgestone Vector R 14 lebar 6 |
![]() |
| Compotive R15 lebar 6 |
![]() |
| Las Vegas R14 lebar 6 |
![]() |
| Enkei Compe R13 lebar 8 |
![]() |
| Delta Mesh R13 lebar 8 |
![]() |
| TRD Tosco R13 lebar 8 |
![]() |
| Delta Aust R13 Lebar 6 |
Minggu, 02 Juli 2023
Mesin Ketik Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Dimulai dari pemboman kota Hiroshima dan Nagasaki, penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, hingga pembacaan naskah proklamasi adalah rentetan peristiwa yang mendebarkan, berapi-api, sekaligus menjadi gerbang awal kemerdekaan Indonesia.
Pada malam tanggal 16 Agustus 1945, setelah penyusunan teks proklamasi selesai, Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetiknya. Namun sayang sekali mesin ketik yang ada di rumah Laksamana Maeda (rumah yang ditempati untuk menyusun teks proklamasi) tersebut menggunakan huruf Kanji (huruf Jepang). Kemudian Laksamana Maeda menyuruh seorang staf Kaigun yang bernama Satzuki Mishima untuk meminjam mesin ketik ke rumah Kolonel Dr. Herman Kandeler, seorang kolonel angkatan laut Jerman (Kreigsmarine) yang berkantor di gedung KPM, Koningsplein.
![]() |
| Herman Kendeler pada sebuah foto yang diambil pada 1940 ketika usianya 39 (alifrafikkhan.blogspot) |
Satzuki Mishima bersama Sayuti Melik berangkat dengan menggunakan Jeep dan setelah mendapatkan mesin ketik ia langsung kembali ke rumah Laksamana Maeda untuk menyalin naskah Proklamasi. Dalam pengetikan naskah proklamasi yang berupa tulisan tangan Soekarno tersebut, Sayuti Melik melakukan perubahan pada kata "tempoh" yang kurang baku diganti dengan kata "tempo". Ia juga merubah redaksi "wakil-wakil Bangsa Indonesia" menjadi "atas nama Bangsa Indonesia", dan menambahkan kata hari, bulan, dan tahun pada keterangan tanggal ditulisnya teks proklamasi, serta menambah nama Soekarno/Hatta untuk kemudian dapat dibubuhi tanda tangan.
Naskah asli Proklamasi yang berupa tulisan tangan hampir lenyap. Setelah diketik, tulisan tangan tersebut dibiarkan hingga sudah masuk tempat sampah. Namun lembar penting dalam perjalanan bangsa tersebut diselamatkan oleh B.M. Diah, seorang wartawan dan tokoh nasional yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi tersebut. Dia menyelamatkannya dari tempat sampah dan menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.
Hal tersebut sangat bisa dimaklumi mengingat rangkaian peristiwa penyusunan naskah proklamasi yang sangat menegangkan disertai semangat yang berapi-api, sehingga hal-hal kecil menjadi terlupakan. Selain naskah asli proklamasi yang hampir hilang, terdapat satu benda penting yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, yaitu mesin ketik yang digunakan Sayuti Melik dalam menyalin naskah proklamasi. Berdasarkan keterangan dan fakta di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, mesin ketik yang dipajang bukanlah mesin ketik asli yang turut dalam mengukir sejarah bangsa. Namun yang ada hanyalah mesin ketik pengganti dengan merk dan tipe yang disesuaikan dengan jamannya.
Saya mencoba menyocokkan merk dan tipe mesin ketik yang terpajang dalam diorama pengetikan naskah proklamasi pada Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Dari pengamatan terlihat bahwa mesin ketik yang terpajang adalah mesin tik jenis standart merk Underwood tipe SS. Dari pelacakan pada database mesin ketik, menunjukkan bahwa mesin ketik Underwood tipe SS diproduksi antara tahun 1946-1953 dengan rentang nomor seri antara 5230828 hingga 7270000. Dari sini jelas bahwa mesin ketik yang ada dalam museum bukanlah mesin ketik yang digunakan untuk mengetik teks proklamasi. Bahkan dari segi waktu juga tidak sesuai karena baru diproduksi pada tahun 1946.
![]() |
| Mesin ketik yang saat ini dipajang di Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah jenis Underwood tipe SS dengan tutup bodi bagian depan dan samping dilepas. |
![]() |
| Mesin ketik Underwood SS dengan tutup bodi lengkap. |
![]() |
| Mesin ketik yang terpajang di museum dari arah belakang. |
![]() |
| Mesin ketik Underwood SS dengan penutup bodi lengkap dari arah belakang. |
Setelah digunakan untuk mengetik tidak ada keterangan mengenai mesin tik apakah dikembalikan ke Kandeler atau tidak, dan juga tidak ada pembahasan mengenai hal tersebut karena dianggap tidak penting. Namun untuk saat ini sebagai saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia, mesin tik tersebut menjadi penting karena sebagai artefak yang bernilai sejarah. Tidak adanya keterangan pasti dan jarak waktu yang jauh menyulitkan siapapun yang ingin melacak keberadaannya. Terdapat upaya kecil untuk dapat menyibak gambaran mesin tik tersebut melalui kepemilikan dan keberadaannya.
Mesin tik tersebut pinjaman dari kantor Kriegsmarine. Kantor Kriegsmarine ini adalah markas dari kelompok U-boat yang disebut Monsun Gruppe. Monsun Gruppe merupakan kelompok serigala sebutan bagi kelompok U-boat Jerman (Wolfsrudel) yang unik. Karena kelompok ini adalah satu-satunya divisi dari Kriegsmarine yang beroperasi jauh dari Jerman sekaligus menjadi satu-satunya unit militer Jerman yang beroperasi bersama dengan unit-unit militer sekutunya Jepang. Monsun Gruppe bermarkas di Sabang, Penang, Jakarta dan Surabaya yang dioperasikan oleh Kaigun. Bersama Kaigun yaitu angkatan laut Jepang, mereka beroperasi di Samudera Hindia serta di laut-laut dan selat-selat di Nusantara. Setelah Jerman menyerah kalah, banyak U-boat di markas-markas Monsun Gruppe dialihkan kepada Kaigun. Contohnya U-219 dari Kriegsmarine dialihkan menjadi I-505 dari Kaigun, dan U-195 menjadi I-506 (Benny Ohorella: 2019). Hal ini menunjukkan bahwa mesin tik yang digunakan oleh Sayuti Melik adalah milik Angkatan Laut Jerman.
![]() |
| Surat yang dikeluarkan oleh Kriegsmarine di Jakarta |
Perbedaan bentuk font pada surat di atas dengan naskah Proklamasi dapat dimungkinkan, karena dalam sebuah kantor biasanya terdapat lebih dari satu mesin ketik sebagai alat tulis. Begitu juga dengan posisi kolonel Dr. Herman Kandeler sebagai Leiter (pimpinan) Ustutzpunkt Djakarta (depot pendukung Jakarta) maka besar kemungkinan dia mendapatkan fasilitas mesin tik sendiri, yang biasanya berupa mesin tik portable (mesin tik yang berukuran kecil disertai dengan kopor atau tas). Dari posisinya sangat memungkinkan bahwa yang dipinjam untuk mengetik naskah proklamasi tersebut adalah mesin tik yang dipakai secara khusus sang komandan.
Berdasarkan penelusuran di internet, pada perang dunia II tentara Jerman menggunakan beberapa merk mesin ketik. Setidaknya dari segi tahun produksinya yang sejaman dengan kemerdekaan, terdapat dua merk mesin tik yang digunakan oleh angkatan laut Jerman yaitu Erika dan Rheinmetal. Hal ini diketaui dari mesin ketik yang masih tersisa dengan cap Kriegsmarine. Ketika diamati lebih jauh terdapat mesin tik bertanda Kriegsmarine dengan font yang hampir sama yaitu merk Erika model 5/6/M/S yang diproduksi tahun 1928-1948 (londontypewriter.com). Apabila kita bandingkan bentuk huruf dan angka 5 dan 7 pada hasil ketikan dengan naskah teks proklamasi hampir sama.
![]() |
| Hasil ketikan mesin tik Erika dengan cap Kriegsmarine |
![]() |
| Mesin tik Erika model M dari depan |
![]() |
| Cap Kriegsmarine di bagian belakang mesin tik |
![]() |
| Mesin tik Rheinmetal dengan cap Kriegsmarine di bagian samping |
![]() |
| Tentara Jerman dengan mesin tik Erika |






























