Senin, 13 April 2020

Fi'il Mudhori'

Beberapa materi yang sudah kita pelajari hanya membahas isim dan harf. Kita sudah mengenal pembagian isim dari segi jenis mudzakar dan mu'annats, juga dari segi jumlah ada mufrod, mutsanna, dan jama', dan lain sebagainya.

Dalam materi berikutnya kita akan mulai mengenal fi'il. Hal ini merupakan lanjutan dari materi tentang pembagian kata pada pertemuan pertama dulu. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam bahasa Arab, kata dibagi menjadi tiga yaitu isim, fi'il, dan huruf. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari lebih dalam mengenai fi'il. Sekarang coba perhatikan contoh kalimat berikut ini:
 أَنَا أَدْرُسُ الإِقْتِصَاد         أَدْخُلُ الدِّيْوَانَ              أَقْرَأُ الصَّحِيْفَةَ
          أَنْتَ تَدْرُسُ الْهَنْدَسَةَ         تَجْلِسُ عَلَى الْكُرْسِيِّ     تَكْتُبُ الدَّرْسَ
          أَنْتِ تَدْرُسِيْنَ الْمَصْرَفِي    تَفْتَحِيْنَ الْبَابَ              تَذْهَبِيْنَ إِلَى الْمَصْنَعِ
          هُوَ يَدْرُسُ الطِّبَّ            يَرْجِعُ مِنَ الْجَامِعَةِ        يُشْعِلُ الْمِصْبَاحَ
          هِيَ تَدْرُسُ التَّرْبِيَّةَ           تُقْفِلُ الْبَابَ                 تُطْفِئُ الْمِصْبَاحَ
          نَحْنُ نَدْرُسُ الْعُلُوْمَ           نَعْمَلُ مُحَاسِبًا              نَأْخُذُ الْحَقِيْبَةَ

Dari contoh kalimat di atas, coba perhatikan kata yang bergaris bawah. Kalau kita amati kata-kata yang bergaris bawah tersebut semuanya merupakan fi'il karena menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan (kata kerja). Jika menunjukkan pekerjaan maka di dalamnya terdapat dimensi waktu, kapan terjadi? maka kalau kita perhatikan lebih lanjut maka kata kerja (fi'il) yang ada di contoh tersebut menunjukkan pekerjaan yang sedang terjadi. Jika ada kata kerja yang menunjukkan makna sedang terjadi atau akan terjadi maka kata tersebut dinamakan fiil mudhori' (فعل مضارع).

Nah jika kita perhatikan sekali lagi, kita jumpai bahwa setiap fi'il mudhori' tersebut diawali dengan beberapa huruf yaitu alif, ta', ya', dan nun. Huruf-huruf tersebut dinamakan ahruful mudhoro'ah (huruf2 mudhoro'ah) sehingga fi'il mudhori' pasti diawali dengan salah satu huruf mudhoro'ah yang berjumlah empat tersebut. 

Sehingga dalam teorinya:
الفِعْلُ الْمُضَارِعُ هُوَ كُلُّ فِعْلٍ يَدُلُّ عَلَى حُصُوْلِ عَمَلٍ فِي الزَّمَنِ الْحَاضِرِ أَوِ الْمُسْتَقْبَلِ وَلَابُدَّ أَنْ يَكُوْنَ مَبْدُوْءًا بِحَرْفٍ مِنْ أَحْرُفِ الْمُضَارَعَةِ هِيَ الهَمْزَةُ وَالنُّوْنُ وَالْيَاءُ وَالتَّاءُ
Fi'il Mudhori' adalah fi'il yang menunjukkan pekerjaan yang sedang terjadi atau akan terjadi, dan harus didahului oleh salah satu huruf mudhoro'ah yaitu hamzah,, nun, ya', dan ta'.

Penentuan awalan fi'il modhori' disesuaikan dengan subjek dari kata kerja tersebut. Misalnya: أَنَا أَدْرُسُ menggunakan huruf mudhoro'ah alif karena subjeknya saya (أنا), sedangkan أَنْتَ تَدْرُسُ menggunakan huruf modhoro'ah ta' karena subjeknya kamu (أنتَ) begitu seterusnya sebagai mana mengikuti pola berikut ini:
فعل مضارع
أَنَا
أَنْتَ
أَنتِ
هُوَ
هِيَ
نَحْنُ
أَخْرُجُ
تَخْرُجُ
تَخْرُجِيْنَ
يَخْرُجُ
تَخْرُجُ
نَخْرُجُ
آكُلُ
تَأْكُلُ
تَأْكُلِيْنَ
يَأْكُلُ
تَأْكُلُ
نَأْكُلُ
أَقِفُ
تَقِفُ
تَقِفِيْنَ
يَقِفُ
تَقِفُ
نَقِفُ
أَبِيْعُ
تَبِيْعُ
تَبِيْعِيْنَ
يَبِيْعُ
تَبِيْعُ
نَبِيْعُ
أَلْتَقِيْ
تَلْتَقِيْ
تَلْتَقِيْنَ
يَلْتَقِي
تَلْتَقِيْ
نَلْتَقِيْ
أَجْتَمِعُ
تَجْتَمِعُ
تَجْتَمِعِيْنَ
يَجْتَمِعُ
تَجْتَمِعُ
نَجْتَمِعُ
أُسَاعِدُ
تُسَاعِدُ
تُسَاعِدِيْنَ
يُسَاعِدُ
تُسَاعِدُ
نُسَاعِدُ
أَعُدُّ
تَعُدُّ
تَعُدِّيْنَ
يَعُدُّ
تَعُدُّ
نَعُدُّ
أَشْتَرِي
تَشْتَرِيْ
تَشْتَرِيْنَ
يَشْتَرِيْ
تَشْتَرِيْ
نَشْتَرِيْ
أَتَعَلَّمُ
تَتَعَلَّمُ
تَتَعَلَّمِيْنَ
يَتَعَلَّمُ
تَتَعَلَّمُ
نَتَعَلَّمُ
أَنْتَقِلُ
تَنْتَقِلُ
تَنْتَقِلِيْنَ
يَنْتَقِلُ
تَنْتَقِلُ
نَنْتَقِلُ
أَنْجَحُ
تَنْجَحُ
تَنْجَحِيْنَ
يَنْجَحُ
تَنْجَحُ
نَنْجَحُ
أُنَظِّفُ
تُنَظِّفُ
تُنَظِّفِيْنَ
يُنَظِّفُ
تُنَظِّفُ
نُنَظِّفُ
اَسْتَرِيْحُ
تَسْتَرِيْحُ
تَسْتَرِيْحِيْنَ
يَسْتَرِيْحُ
تَسْتَرِيْحُ
نَسْتَرِيْحُ
أَضَعُ
تَضَعُ
تَضَعِيْنَ
يَضَعُ
تَضَعُ
نَضَعُ
أًنْظُرُ
تَنْظُرُ
تَنْظُرِيْنَ
يَنْظُرُ
تَنْظُرُ
نَنْظُرُ
أَشْرَبُ
تَشْرَبُ
تَشْرَبِيْنَ
يَشْرَبُ
تَشْرَبُ
نَشْرَبُ
أَخُذُ
تَأْخُذُ
تَأْخُذِيْنَ
يَأْخُذُ
تَأْخُذُ
نَأْخُذُ
أَنَامُ
تَنَامُ
تَنَامِيْنَ
يَنَامُ
تَنَامُ
نَنَامُ

Sabtu, 11 April 2020

Mesin Tik Hermes Baby 1961







Mesin Tik Royal Commander

Voss S 24 1960 Mesin Tik Berwajah Sedih

Mesin tik Voss "sedih" mengacu pada mesin tik portabel Jerman tahun 1950-an hingga 1960-an (seringkali model S24 atau ST24) yang dikenal karena penutup pita "sayap camar" yang berbentuk khas dan menyerupai mulut sedih yang tertunduk. Mesin berkualitas tinggi dan tahan lama ini dijuluki "Rolls-Royce"nya mesin tik, karena terkenal dengan konstruksinya yang kokoh, seringkali dua warna, komponen logam yang kuat, dan pengalaman mengetik yang lancar.


Fitur dan Karakteristik Utama:

Desain & "Wajah Sedih": Julukan "sedih" berasal dari tampilan melengkung dan bersudut dari penutup pita satu bagian. Mesin ini sering diproduksi dalam warna hijau, gading, atau kombinasi dua warna.

Kualitas Manufaktur:

Dibuat di Jerman, mesin ini berat dan sebanding atau dianggap lebih baik daripada Olympia, seringkali menampilkan bagian baja tebal, bodi paduan cor, dan tombol bergaya Bakelite berwarna gading.

Fitur Unik:

Fitur-fiturnya meliputi penutup pita "sayap camar" unik yang terbuka dengan menekan dan mendorong ke belakang, kemampuan bayangan "hantu" pada bilah spasi, dan seringkali, jenis huruf skrip atau elit berkualitas tinggi.

Sensasi Mengetik:

Dikenal karena pengalaman mengetik yang tajam, mantap, dan presisi, meskipun beberapa model, seperti Voss 50, mungkin memiliki suara "berderak" karena bahan-bahan tertentu.

Perawatan:

Voss yang "sederhana" ini terkenal rumit untuk dibongkar karena kait samping tersembunyi di bawah cangkang.






Senin, 30 Maret 2020

Mabni dan Mu'rob

Pada pertemuan lalu kita sudah membahas tentang macam-macam kata dalam gramatika Bahasa Arab, yaitu dibagi menjadi tiga; isim, fi'il, dan harfIsim adalah kata yang menunjukkan manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, dan sesuatu yang sifatnya konseptual seperti kebahagiaan, kesedihan, pintar, dan lain sebagainya. Sedangkan fi'il adalah kata kerja, dan harf adalah kata yang tidak bisa dipahami secara sempurna kecuali jika digandeng dengan kata yang lain.