Sabtu, 07 Januari 2023

Katalog Mesin Ketik Adler

Mesin ketik Adler diproduksi di Jerman dalam rentang tahun 1898-1979. Berikut ini adalah jenis-jenis mesin ketik Adler:

1. Adler 7
Diproduksi tahun 1898-1936

2. Adler 8
Diproduksi tahun 1902-1908

3. Adler 11
Diproduksi tahun 1909-1925

4. Adler 15
Diproduksi tahun 1909-1926
5. Adler 16 (Bentuk sama dengan Adler 15, pengetikan bisa dirubah)
Diproduksi tahun 1910-1918

6. Adler 17 (Bentuk sama dengan Adler 15, dengan keybord matematika)
DIproduksi tahun 1911-1932

7. Adler 25
Diproduksi tahun 1925-1928

8. Adler 30
Diproduksi tahun 1930

9. Adler 31
Diprosukdi tahun 1931

10. Adler 32
Diproduksi tahun 1931-1938

11. Adler 37
Diproduksi tahun 1937

12. Adler Favorit 1 dan 2
Diproduksi tahun 1935-1949

13. Adler Universal
Diproduksi tahun 1950-1962

14. Adler Universal 20
DIproduksi tahun 1965-1969

15. Adler Universal 39
Diproduksi tahun 1965-1968

16. Adler Universal 40
Diproduksi tahun 1969
17. Adler Universal 200
Diproduksi tahun 1972-1978

18. Adler Universal 390
Diproduksi tahun 1975

19. Adler Special
Diproduksi tahun 1951-1964

20. Adler Special (New Model)
Diproduksi tahun 1965-1973

21. Adler 21 Electric
Diproduksi tahun 1963

22. Adler 21d Electric
Diproduksi tahun 1974
23. Adler 151C/D Electric
Diproduksi tahun 1970

24. Adler Gabrielle 5000 Electric
Diproduksi tahun 1970-1979
25. Adler Gabrielle 2000 Electric
Diproduksi tahun 1973-1979

26. Adler Privat
DIproduksi tahun 1953-1957

27. Adler Junior E
Diproduksi tahun 1959-1961

28. Adler Junior 3
Diproduksi tahun 1963-1965

29. Adler Tippa
Diproduksi tahun 1959-1979

30. Adler Tippa 1
Diproduksi tahun 1959-1973

31. Adler Tippa S
Diproduksi tahun 1967-1976

32. Gabrielle 20
Diproduksi tahun 1966-1968

33. Gabrielle 10
Diproduksi tahun 1966-1979

34. Gabrielle 35
Diproduksi tahun 1966-1968

35. Gabrielle 25
Diproduksi tahun 1969-1979

36. Adler Contessa
Diproduksi tahun 1971-1979


Selasa, 20 Desember 2022

Stasiun Tulungagung, Dulu dan Kini

Pada tahun 2017, saya dan Dafik (owner the Hasan Video) melakukan beberapa pemotretan stasiun Tulungagung dalam mengikuti lomba Foto Kereta Api Indonesia. Lomba tersebut diadakan dalam memperingati 150 tahun perkeretaapian Indonesia yang jatuh pada tahun 2017. Untuk memperingatinya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan lomba foto dengan tema "The Journey is A Treasure". Pada tahun ini saya bongkar-bongkar file, ternyata masih ada foto-foto hasil jeperetan lomba saat itu. Supaya foto-foto tersebut dapat bercerita, saya sertakan sejarah singkat stasiun Tulungagung dari berbagai sumber. 

Pintu utama stasiun Tulungagung dengan Bangunan era Kolonial
Perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS) memulai pembangunan jaringan kereta api pertamanya di Indonesia pada tahun 1875. Pertama pembangunan dilakukan di wilayah timur yaitu mulai dari Surabaya-Pausuruan sepanjang 63 km pada 1878. Kemudian pembangunan dilanjutkan sampai ke Malang, Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Pembangunan stasiun Tulungagung dimungkinkan sejalan dengan pembangunan lintasan kereta api tersebut yaitu sekitar tahun 1879. 
Bangunan teras kolonial yang masih bertahan hingga saat ini
Pada masa kolonial Belanda, stasiun Tulungagung adalah stasiun besar yang memiliki beberapa sarana dan prasarana pendukung kereta api seperti jembatan timbang, menara air, turntable, dan dipo lokomotif. Bahkan pada saat itu memiliki 6 hingga 7 jalur dalam satu emplasemen. Pada tahun 1995 menjadi 5 jalur, pada 2009 masih 4 jalur, dan hari ini menyisakan 3 jalur.

Turun melalui pintu terdekat dengan stasiun dan naik melalui
sisi terjauh, merupakan metode efektif untuk mempersingkat
sirkulasi penumpang
Dulu stasiun Tulungagung merupakan stasiun percabangan Tulungagung Blitar, Tulungung Kediri, dan Tulungagung Trenggalek. Jalur percabangan Tulungagung-Trenggalek merupakan upaya pemerintah saat itu dalam membuka daerah pedalaman yang terisolasi untuk kesejahteraan masyarakat. Jalur tersebut adalah jalur yang diperuntukkan kereta api jenis Trem, yaitu kereta api dengan lokomotif dan gerbong berukuran lebih kecil, kecepatan lebih rendah, kapasitas pengangkutan yang lebih kecil, serta jarak tempuh yang lebih dekat.

Kereta api Trem, yang menapak di jalur Tulungagung-Trenggalek-Tugu
Jalur Tulungagung-Trenggalek membentang sepanjang 48 km, dibangun melalui tiga tahap. Pertama dati Tulungagung menuju Campur Darat sepanjang 14 km diselesaikan pada 15 Juli 1921. Selanjutnya Campurdarat-Trenggalek sepanjang 25 km selesai pada 1 Juli 1922. Terakhir pada 3 Januari 1923 keseluruhan jalur sudah diselesaikan dengan dihubungkannya Trenggalek-Tugu sepanjang 9 km.

Jam dinding yang menjadi pedoman kedatangan
dan pemberangkatan kereta api
Untuk menjangkau beberapa daerah yang dilewati jalur kereta api tersebut dibangun beberapa stasiun atau halte. Berturut mulai dari Tulungagung yaitu Jepun, Beji, Boyolangu, Pojok, Pelem, Campur darat, Duwet, Bandung, Bandung Pasar, Bulus, Kedunglurah, Bendo, Ngetal, Ngpeoh, Trenggalek, Nglongsor, Winong, dan Tugu. Dari Stasiun Tulungagung hingga Stasiun Tugu dapat ditempuh sekitar 2,5 jam.

Kursi khas stasiun tempat bersandar penumpang dalam penantian
Sayang sekali jalur Tulungagung-Trenggalek tidak lama beroperasi. Tepatnya pada 1 November 1932 jalur tersebut resmi ditutup karena faktor krisis ekonomi pada tahun 1930an. Untuk relnya jalur Campurdatar-Tugu telah dicabut Jepang pada tahun 1943, sedang gundukan tananhnya dikeruk untuk meninggikan jalan raya Campurdarat-Bandung yang memiliki peran penting untuk mobilitas rakyat dan tentara pada era perang revolusi.

Kran air yang terhubung dengan menara air untuk mengisi ketel kereta api uap
Sumber:
1. PT KAI Heritage
2. Wikipedia

Minggu, 18 Desember 2022

Perkembangan Studi Islam di Kalangan Ilmuwan Muslim

Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Di dalamnya terdapat berbagai petunjuk tentang bagaimana seharusnya manusia itu menyikapi hidup dan kehidupan ini lebih bermakna dalam arti seluas-luasnya.

Dalam pelaksanaan pendidikan Islam sangat dibutuhkan metode yang tepat, efektif, dan efisien dengan tujuan untuk menghantarkan suatu tujuan pendidikan yang telah direncanakan dan dicita-citakan. Materi yang baik dan benar saja tidak bisa tercover dengan baik jika tidak diimbangi dengan metode yang baik pula.

Kebanyakan metode yang digunakan saat ini adalah model ceramah tanpa sentuhan dan motivasi yang membuat peserta didik bangkit untuk melompat mencari potensi dan mengembangkanya. Metode yang monoton ini tentu saja menjadikan peserta didik tertekan dan seakan ingin lari dari kelasnya.

Hal yang demikian dilakukan karena pengajaran studi Islam yang ada selama ini hanya diarahkan pada terciptanya para lulusan yang dapat menghafal ajaran agama, tetapi tidak mampu mengembangkannya. Tulisan ini selain mencoba membawa pembaca untuk memiliki wawasan yang utuh dan integral tentang Islam, juga dapat mengembangkannya. Tulisan ini sebagai pengantar yang diharapkan dapat menunjukkan dengan jelas tentang bagaimana ajaran Islam itu seharusnya dipahami.

A. Memahami Perkembangan Studi Islam di Kalangan Ilmuwan Muslim

Secara Etimologi

perkembangan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) perkembangan artinya perihal berkembang. Studi menurut KBBI yaitu penelitian ilmiah, kajian, telaahan, dan suatu pendekatan untuk meneliti gejala sosial dengan menganalisis satu kasus secara mendalam dan utuh. Islam dari bahasa Arab (اسلام) merupakan agama yang di ajarkan oleh nabi muhammad SAW. Ilmuwan merupakan orang yang ahli atau banyak pengetahuan tentang suatu ilmu. Muslim berasal dari bahasa Arab “muslim”, secara harfiyah berarti seseorang yang berserah diri pada Allah, termasuk segala makhluk yang ada dibumi dan dilangit. Kata muslim diartikan penganut agama Islam.

Secara Terminologi

Perkembangan studi Islam dikalangan ilmuan muslim merupakan Sebagai aktifitas yang bergerak dalam perkembangan studi islam yang perlu mengetahui sejarah perkembangan studi islam untuk memberi arah bagi programnya. Sebab dengan adanya sejarah studi tersebut juga berfungsi sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai langkah serta sebagai jalur langkah yang menentukan dalam mempelajarinya. Serta mengerti perkembangan apa saja yang dibuat oleh tokoh-tokoh yang memajukan studi untuk mengembangkan ilmu dari dahulu sampai sekarang ini. Dan juga mengetahui cara atau pendekatan apa saja yang digunakan dalam perkembangan studi islam.[1]

B. Perkembangan Studi Islam di Kalangan Ilmuwan Muslim

Islam telah ada sejak zaman kenabian. Sejak itu Islam terus berkembang hingga saat ini. Namun, perkembangannya Islam tidak semudah apa yang kita lihat, saat ini ajaran Islam mengalami kemunduran hingga akhirnya berjaya hingga saat ini.

Pada Tahun 1800 M disebut sebagai Islam modern sampai saat ini. Dimasa ini banyak perkembangan dalam kehidupan Islam, meliputi pendidikan, politik, perdagangan dan kebudayaan. Seluruh perkembangan Islam dirangkum dalam sejarah Islam yang terbagi menjadi 3 periode, yaitu periode klasik (650-1250 M), periode pertengahan (1250-1800 M), dan periode modern (1800-sekarang).

1. Periode klasik (650-1250 M)

Islam mengalami masa keemasan atau masa kejayaan dengan dibuktikan perluasan wilayah kekuasaan Islam adanya integrasi antar wilayah Islam dan adanya puncak kemajuan Islam di bidang Ilmu dan Sains. pada masa ini mengalami empat kali masa kepemimpinan, yaitu masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan sahabat (611- 622 M), Abbasiyah (656 H) dan Umayyah(masa peralihan dan pemerintahan), Dinasti Fatimah di Mesir. ciri-ciri periode ini banyak memperhatikan dari sejarah dan tanpa menutup mata terhadap dinasti-dinasti kecil. Namun sekitar tahun 1000-1250 M keutuhan umat Islam di bidang politik pecah, kekuasaan khalifah menurun, akhirnya tahun 1251 M dapat dikuasai dan di hancurkan Hulagu Khan.

2. Periode pertengahan (1250-1800 M)

Pada periode ada dua fase yaitu, fase pertama kemunduran (1250-1500 M) zaman ini desentralisasikan dan disintegrasi semakin meningkat. Banyak wilayah yang memisahkan diri dari kekuasaan pusat. Fase kedua 3 kerajaan besar (1500-1800 M). Dimulai zaman kemajuan (1500-1700 M) dengan tiga Negara, yaitu kerajaan Ustman di Turki, kerajaan Syafawi di Persia, kerajaan Mughal di India yang berjaya di bidang literature dan arsitektur. ciri-ciri periode ini kekuasaan politik terpecah-pecah dan saling bermusuhan.

3. Periode modern (1800-sekarang)

Disebut juga periode pembaharuan karena merupakan zaman kebangkitan dan kesadaran umat Islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang pengetahuan dan teknologi. Masa kebangkitan Islam atau disebut dengan masa pembaharuan mulai menggeliat pada tahun 1800 M.

Pada masa tersebut kalangan kaum muslimin banyak yang mengarahkan pemikirannya untuk kemajuan agama Islam, diantaranya ilmu pengetahuan, kebudayaan dan ajaran Islam berkembang di berbagai Negara seperti Negara India, Turki, Mesir.[2]

C. Karakteristik studi Islam oleh umat Islam dari masa ke masa

Menurut Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. karakter studi Islam merupakan karakter yang khas yang dapat dikenali melalui konsepsinya dalam berbagai bidang, seperti bidang agama, ibadah, muamalah, yang didalamnya termasuk masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, sosial, ekonomi, politik, kehidupan, lingkungan hidup, kesehatan pekerjaan, serta Islam sebagai sebuah disiplin ilmu.[3]

Secara umum karakteristik studi Islam adalah ciri khusus yang ada dalam dunia pendidikan di agama Islam baik yang masalah ekonomi, pendidikan, politik, budaya dan lain-lain, yang terjadi dari masa lalu dan masa yang berlanjut selanjutnya.

Studi Islam atau biasa disebut dengan pendidikan agama Islam dari masa ke masa mempunyai banyak sekali perbedaan baik kemajuan maupun kemunduran yang pada masing-masing masa mempunyai karakternya masing-masing.

Beberapa pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam terbagi menjadi 5 periode, yaitu:

1. Periode pembinaan pendidikan Islam, yang berlangsung pada zaman Nabi Muhammad SAW.

2. Periode pertumbuhan pendidikan Islam, yang berlangsung sejak Nabi Muhammad SAW wafat sampai akhir Bani Umayyah. Yang di warnai dengan perkembangannya ilmu-ilmu naqliyah.

3. Periode kejayaan (puncak perkembangan) pendidikan Islam, yang berlangsung sejak permulaan daulah Abbasiyah sampai dengan jatuhnya Baghdad, yang di warnai berkembangnya ilmu aqliyah dan munculnya madrasah, serta memuncaknya perkembangan kebudayaan Islam.

4. Periode kemunduran pendidikan Islam, yaitu sejak jatuhnya Baghdad sampai jatuhnya Mesir ke tangan Napoleon, yang ditandai dengan runtuhnya sendi-sendi kebudayaan Islam dan berpindahnya pusat-pusat pengembangan kebudayaan ke dunia Barat.

5. Periode pembaharuan pendidikan Islam, yang berlangsung sejak pendudukan Mesir oleh Napoleon sampai masa kini, yang ditandai gejala-gejala kebangkitan kembali umat dan kebudayaan Islam.[4]

D. Perkembangan Studi Islam di Kalangan Ilmuwan Muslim pada Era Modern

Setelah terjadinya banyak kasus dalam dunia penddikan Islam pada era klasik, baik dalam masa-masa pembinaan, pertumbuhan, kemunduran dan juga sempat mengalami kejayaan, pada era modern yang sekarang ini pendidikan diseluruh dunia menjadi sangat pesat perkembangannya.

Yang dikhususkan adalah perkembangan studi Islam yang semakin maju dalam penggunaan alatnya yang semakin canggih dibanding masa klasik, banyak penemuan-penemuan baru dan yang diajarkan juga sekarang sangat komplek sesuai bidangnya masing-masing, dan pada era modern banyak juga ilmuwan-ilmuwan Muslim yang bermunculan yang mengajarkan ilmunya atas tuntunan dari Allah Swt atas dasar keimanan mereka.

Pada era modern banyak bermunculan bidang-bidang ilmu pendidikan, baik pendidikan agama, ekonomi, budaya dan juga politik. Perkemangan Islam pada era modern biasanya juga disebut sebagai masa pembaharuan, para ilmuwan-ilmuwan melakukan pembaharuan dalam banyak bidang yang berlandaskan al-qur’an dan hadits. Pembaharuan tersebut mulai muncul ketika umat Islam sadar bahwa mereka telah tertinggal banyak dari bangsa Perancis dan bangsa barat lainnya yang saat itu mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan juga kesadaran bahwa mereka telah jauh dari ajaran Rasulullah, seperti sebagai berikut :

1. Bercampurnya akidah Islamiyah dengan kemusyrikan

2. Ada sekelompk umat Islam yang hidup mementingkan kehidupan akhirat tanpa memerdulikan kehidupan dunia.

3. Orang Islam yang menganut paham kejawen.[5]

Dengan adanya penyimpangan-penyimpangan tersebut mendorong munculnya para penggagas dan pembaharu Muslim yang berusaha menyadarkan terhadap penyimpangan yang telah dilakukan agar kembali ke jalan yang di ridhoi Allah SWT. Beberapa tokoh yang mempelopori perkembangan Islam pada periode modern yaitu, Muhammad bin Abdul Wahab (1115 H/1703 M), dari Arab. Rifa’ah Badawi Rafi AtTahtawi atau At Tahw (1801 M) dari Tahta Tahub. Jamaludin Al Afghani (1839 M), dari Afghanistan.[6]

Dari sekian banyak hal yang terjadi dalam pendidikan Islam, perlu adanya perubahan dan pembaharuan pola pendidikan. Karena dari pola pendidikan yang ada sekarang kurang mampu untuk memberikan konstribusi yang cukup dalam dunia pendidkan dan masih terlalu jauh dengan kemajuan yang terjadi oleh bangsa barat. Secara garis besar, terjadi tiga pola pemikiran pemabaharuan pendidikan Islam, yaitu sebagai berikut:

1. Pola pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada pendidikan modern di barat.

2. Pola pembaharuan yang berorientasi pada sumber Islam yang murni.

3. Pola pembaharuan yang berorientasi pada nasionalisme.[7]

Tokoh pembaharu yang ternama adalah Muhammad ibn Abdul Wahab di Arabia dengan Wahabiyahnya pada tahun 1703-1787 M. Gerakan berpengaruh besar pada abad ke-19. Upaya dari gerakan ini adalah memperbaiki umat Islam sesuai ajaran Islam yang telah mereka campur adukkan dengan ajaran-ajaran tarikat yang sejak abad ke-13 telah tersebar luas di dunia Islam.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, di Turki Usmani mengalami kemajuan dengan usaha-usaha dari Sultan Muhammad II terhadap umat Islam di negaranya untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan upaya melakukan pembaharuan dibidang pendidikan dan pengajaran, yaitu :

1. Memberikan muatan pelajaran umum

2. Upaya mendirikan “Mektebi Ma’arif”

3. Upaya mendirikan “Mektebi Ulumil Edebiyet”

4. Mendirikan perguruan tinggi dengan berbagai jurusan.[8]

E. Ragam Metode dan Pendekatan Studi Islam yang digunakan Ilmuwan Muslim Kontemporer

Beberapa pendekatan studi yang diterapkan oleh ilmuwan Muslim kontemporer yaitu:

1. Pendekatan Historis

Studi yang digunakan untuk mempelajari dan menjelaskan bentuk-bentuk dasar masa lalu.

2. Pendekatan studi perbandingan

Studi yang digunakan untuk melihat kesejajaran dan perbedaan antar agama, setiap peradaban dan kebudayaan yang berbeda dengan ciri khas tersendiri. Misalnya pertumbuhan sistem-sistem Ekonomi yang telah memberikan akibat buruk kepada sejumlah institusi tradisional agama, seperti kapitalisme modern.

3. Pendekatan studi konstektual

Studi yang digunakan untuk menghadapi agama yang dikondisikan oleh konteks sosial. Dimana terjadi perubahan elemen keagamaan dan perubahan kontektual.

4. Pendekatan studi Hermeneutis

Studi yang digunakan untuk mengetahui pengikut agama dengan menggunakan data yang jelas. (Mircea Alidiane: 475-478).

5. Pendekatan Normatif (agama)

Studi yang digunakan untuk melihat Islam atau agama-agama lain berdasarkan teks yang sudah tertulis dalam kitab suci masing-masing bercorak literal, tekstual dan absolut.[9]

6. Pendekatan Ilmu sosial

Studi yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar manusia tentang kehidupan yang diamati sebagai satu realitas obyektif untuk mendapatkan suatu formula yang bersifat universal. Pendekatan ini lebih menekankan pada aspek yang bersifat empiris.

7. Pendekatan Fenomenologi

Studi yang digunakan untuk memahami agama lain dengan berusaha untuk masuk pada suatu komunitas agama dengan melepaskan atribut yang dimilikinya.

Beberapa metode yang diterapkan yaitu:

1. Metode Filologi adalah metode penelitian berdasarkan teks dengan mempelajari dan meneliti naskah-naskah lama untuk mengerti apa yang terdapat didalamnya sehingga diketahui latar belakang kebudayaan masyarakat yang melahirkan naskah-naskah itu.

2. Metode Deskriptif adalah metode berdasarkan uraian apa adanya yang berasal dari suatu tempat atau tokoh pelaku sebuah peristiwa, metode ini digunakan jika peneliti ingin mengangkat sosok pemikir yang diteliti dengan cara menjelaskan dan menghubungkan secara cermat data dalam bentuk-bentuk pernyataan dan rumusan-rumusan pendapat.

3. Metode Komparatif adalah perbandingan antara yang satu dengan yang lainnya, metode ini bermaksud untuk menemukan tipe, corak atau kategori suatu pemikiran, kemudian memposisikannya dalam peta pemikiran secara umum, teori kemudian digunakan untuk mendeduksi pemikiran yang telah direkontruksi (dibangun kembali).

4. Metode Hermeneutika digunakan untuk menemukan hubungan pemikiran yang diteliti dengan gejala-gejala sosial yang ada. Hermeneutika adalah studi tentang prinsip-prinsip metodologi interpretasi dan ekplanasi khususnya kajian tentang prinsip-prinsip umum kitab suci.

5. Metode Filsafat berusaha untuk sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang universal dengan meneliti akar permasalahannya. Filsafat adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang membahas segala sesuatu dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan sedalam-dalamnya, sejauh didalam jangkauan kemampuan akal budi manusia.

 

DAFTAR PUSTAKA

Edi, Eko, 2015, Karakteristik Studi Islam Klasik dan Modern, Retrieved from edieko blogspot:http://edieko271.blogspot.co.id/2015/05/karakteristik-studi-islam-klasik-dan.html

Hakim, Muhammad Atang Adbul, 2012, Metodologi Studi Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mirea, A, 2000, Metodologi Studi Agama, Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Muluk, M, 2013, Perkembangan Metode Studi Islam. Diambil kembali dari gubukhukum.blogspot.co.id:http://gubukhukum.blogspot.co.id/2013/01/perkembangan-metode-studi-islam_9545.html

Nata, Abudin, 2006, Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Nugraha, Putra, 2008, Sejarah Kebudayaan Islam, Surakarta: Fitrah.

[1] Mas Muluk “ Perkembangan Metode Studi Islam “ gubukhukum.blogspot.co.id, diakses dari http://gubukhukum.blogspot.co.id/2013/01/perkembangan-metode-studi-islam_9545.html

[2] DRS. Atang Abd Hakim, MA. dkk. 2012 metodologi studi islam. Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA

[3] Abudin Nata,2006, Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, hlm.79

[4] Eko Edi, “Karakteristik Studi Islam Klasik dan Modern“, edieko blogspot, diakses dari http://edieko271.blogspot.co.id/2015/05/karakteristik-studi-Islam-klasik-dan.html, pada tanggal 07/10/2015 pukul 17.35

[5] Putra Nugraha, 2008, Sejarah Kebudayaan Islam, Surakarta : Fitrah, hlm.4

[6] Eko Edi., op. cit

[7] Putra Nugraha., op. cit

[8] Ibid.,

[9] Azyumardi Azra, Pendidikan Islam, Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, hlm. 34

 

 

Sabtu, 17 Desember 2022

Teknik Deklamasi Puisi

Membaca puisi pada hakikatnya tidak sekedar membaca harfiah, namun lebih dari itu dapat disebut sebagai memaknai puisi. Puisi yang tertulis seperti batu. Dingin dan beku. Jika seseorang mendekat. kemudian membacanya, ia seperti malaikat yang memberi nyawa pada puisi tersebut. Selanjutnya puisi akan hidup sekaligus memiliki kekuatan.

Untuk dapat membaca dengan ekspresi sesuai makna yang terkandung dalam puisi, maka terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setidaknya hal tersebut dibagi menjadi dua, yaitu tahap persiapan yang berkaitan dengan pemaknaan puisi, dan tahap penampilan yang berkaitan bagaimana makna tersebut diungkapkan kembali ke dalam sebuah pembacaan.

A. Tahap Pemaknaan
Tahap pemaknaan atau interpretasi dapat dilakukan dengan memaknai puisi mulai dari makna kata sampai pada makna kalimat-kalimat majas dan penyiasatan struktur bahasa. Pemaknaan ini nantinya akan digunakan untuk menentukan gaya pengucapan dan gerak serta gestur tubuh dalam pembacaan.

B. Tahap Performance
Pada tahap ini, pembaca dintuntut untuk mengekspresikan teks-teks puisi sesuai dengan pemaknaan yang dipelajari sebelumnya. Untuk dapat mengungkapkan makna melalui penampilan yang baik, setidaknya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan;

1. Ketepatan Artikulasi

Artikulasi adalah cara mengucapkan dengan suara. Artikulasi meliputi kejelasan pelafalan, tinggi rendah suara atau intonasi, jeda suara, dan tempo atau cepat lambat pengucapan. Dalam pembacaan puisi, tinggi rendah suara menyesuaikan dengan makna yang diusung dari teks. Adapun jeda suara dan cepat lambat pengucapan dapat difungsikan untuk menonjolkan kata atau kalimat tertentu yang maknanya diutamakan.

2. Ketepatan Mimik

Mimik adalah gerak air muka atau raut wajah. Mimik atak raut wajah dapat ditentukan melalui olah rasa terhadap puisi. Untuk mengekspersikan rasa sedih, senang, heran, cemas dan lain sebagainya diperlukan olah rasa atas puisi yang akan dideklamasikan. Dalam mengekspresikan makna puisi ke dalam mimik diperlukan kemampuan peralatan tubuh dalam merespon terhadap berbagai hal terutama yang berhubungan dengan sifat-sifat, yaitu:
- Mata untuk merespon objek-objek visual
- Hidung untuk merespon objek aroma
- Telinga untuk merespon objek-objek suara
- Lidah untuk merespon objek rasa
- Tubuh untuk merespon objek sentuhan atau rabaan

3. Ketepatan Gerak Tubuh

Gerak tubuh  dapat menopang makna puisi yang ingin disampaikan. Dalam gerak tubuh terdapat tiga tingkatan, yaitu mulai dari gerakan terkecil gesture, movement, dan business. Gestur adalah gerak tangan, perubahan posisi tubuh, dan isyarat. Gestur sangat efektif untuk menyampaikan emosi dan situasi. Sedangkan movement adalah perpindahan tempat dalam pentas. Misalnya dari panggung belakang berpindah ke depan. Adapun Business adalah kesibukan khusus, seperti berjalan, menyapu, dan lain sebagainya.

Untuk mempermudah menghafal bagian-bagian puisi yang mendapat perhatian khusus dapat dilakukan dengan menandai bagian-bagian tersebut dengan coretan-coretan pensil di sekitar kata, kalimat, dan baris puisi. Selain itu juga dapat dengan memberikan catatan-catatan tertentu di sekitar baris-baris puisi. Setelah itu puisi dibaca berulang kali dengan tekanan suara yang sesuai dengan makna, apabila sudah dirasa lancar setengah hafal, dilanjutkan pada penambahan mimik wajah, gestur, dan gerak tubuh. Setelah kesemuanya menjadi satu kesatuan, dilatih terus menerus hingga ketika pembaca puisi lancar bagaimana mengartikulasikan pembacaan, mengatur ekspresi wajah, gestur dan gerak tubuh. Jika pembaca puisi sudah hampir hafal keseluruhannya, maka sudah siaplah untuk tampil dalam deklamasi puisi.

 



Senin, 12 Desember 2022

Katalog Mesin Ketik Triumph

Mesin ketik Triumph diproduksi di Jerman mulai tahun 1908-1977. Berikut ini adalah jenis-jenis mesin ketik keluaran Triumph:

A. TRIUMPH STANDARD

1. Triumph Standard 
Diproduksi tahun 1908-1920

2. Triumph 10
Diproduksi tahun 1927-1935
3. Triumph 12
Diproduksi tahun 1936-1948

4. Triumph 14
Diproduksi tahun 1948-1950

5. Triumph Matura
Diproduksi tahun 1950-1954

6. Triumph Rasanta
Diproduksi tahun 1950-1954

7. Triumph Matura Super
Diproduksi tahun 1961-1962


B. TRIUMPH PORTABLE

1. Triumph Durabel
Diproduksi tahun 1929-1934

2. Triumph Perfect/Norm
Diproduksi tahun 1935-1940

3. Triumph Norm/Perfect
Diproduksi tahun 1938-1945

4. Triumph Norm/Perfect
Diproduksi tahun 1948-1952

5. Triumph Norm/Perfect
Diproduksi tahun 1951-1959

6. Triumph Norm/Perfect
Diproduksi tahun 1961-1962

7. Triumph Personal/Tippa
Diproduksi tahun 1961-1977

8. Triumph Tippa
Diproduksi 1979

9. Triumph Gabriele 3
Diproduksi tahun 1962-1965

10. Triumph Gabriele 10
Diproduksi tahun 1966-1970

11. Triumph Gabriele 35
Diproduksi tahun 1968-1977

12. Triumph Gabriele 5000 Elektrik
Diproduksi tahun 1970-1977

13. Triumph Gabriele 2000 Elektrik
Diproduksi tahun 1973-1977