Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Amplop Lebaran, Membumikan Tradisi Suap

Hari raya Idul Fitri telah tiba. Semua berbahagia, dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Setiap fase usia merasakan kebahagiaan yang berbeda. Orang tua misalnya mereka bahagia karena anak-anak mereka akan berkumpul jadi satu, yang jauh mendekat dan yang dekat akan lebih erat. Bagi remaja kebahagiaan utama pada mengenakan pakaian baru, bertemu teman-teman, dan menikmati jajanan lebaran.

Adapun anak-anak selain kebahagiaan mengenakan pakaian baru, di sana juga ada kebahagiaan lain yaitu mendapatkan uang lebaran dari paman, bibi, dan saudara lainnya. Pada beberapa tahun terakhir, pemberian uang lebaran tersebut dimasukkan ke dalam amplop. Namun, di balik penggunaan amplop tersebut, muncul pertanyaan kritis: apakah kebiasaan ini secara tidak sadar menanamkan benih budaya transaksional atau bahkan “tradisi suap” sejak dini?

Bagi banyak keluarga, memberi uang lebaran dengan kemasan amplop kepada anak-anak adalah simbol kasih sayang dan bentuk sedekah. Anak-anak pun belajar tentang kegembiraan berbagi dan menerima. Akan tetapi, jika tidak disertai pemahaman yang tepat, praktik ini berpotensi membentuk pola pikir bahwa setiap interaksi sosial selalu berkaitan dengan imbalan materi.

Fenomena ini terlihat ketika anak-anak mulai “mengharapkan” amplop setiap kali bersilaturahmi. Bahkan, dalam beberapa kasus, mereka menjadi enggan berkunjung ke rumah kerabat yang tidak memberikan uang. Di sinilah nilai silaturahmi yang seharusnya tulus mulai bergeser menjadi hubungan yang bersifat transaksional.

Kebiasaan ini bisa membentuk cara pandang jangka panjang. Anak-anak yang terbiasa menerima imbalan atas kehadiran atau tindakan tertentu dapat tumbuh dengan asumsi bahwa setiap kebaikan atau kewajiban layak mendapatkan balasan materi. Jika pola ini terus berlanjut tanpa koreksi, bukan tidak mungkin mereka membawa nilai tersebut ke dalam kehidupan dewasa, termasuk dalam dunia kerja dan sosial.

Lebih jauh lagi, penggunaan amplop memiliki konotasi suap. Secara harfiah, amplop hanyalah tempat untuk menyimpan surat atau uang. Tapi dalam praktiknya, terutama di banyak negara termasuk Indonesia, amplop sering digunakan untuk memberikan uang secara diam-diam dan tertutup. Bisanya untuk transaksi yang sifatnya tertutup dan tidak transparan karena kepentingan tertentu yang negatif. Meski penggunaan amplop tersebut semata-mata hanya supaya lebih menarik bagi anak, namun hal tersebut dapat dengan mudah menjadikan praktik transaksi yang tertutup tersebut familiar bagi anak. 

Pemberian uang saat lebaran memiliki sisi positif jika dimaknai dengan benar. Ini bisa menjadi sarana pendidikan finansial sederhana bagi anak-anak, seperti belajar menabung, berbagi dengan sesama, atau memahami nilai uang. Namun penggunaan amplop sebagai wadah uang lebaran akan memberikan dampak yang kurang baik.

Sebagai orang tua, paling tidak yang dapat dilakukan adalah menghindari penggunaan amplop untuk mengemas uang lebaran anak. Selain itu, anak-anak perlu diajarkan bahwa uang lebaran bukanlah “imbalan” atas kunjungan mereka, melainkan bentuk hadiah atau sedekah yang tidak selalu harus ada. Orang tua juga bisa menanamkan nilai bahwa silaturahmi adalah tentang hubungan, bukan transaksi.

Selain itu, pendekatan alternatif bisa dilakukan, seperti memberikan hadiah dalam bentuk pengalaman, cerita, atau kegiatan bersama yang mempererat hubungan keluarga. Dengan demikian, makna kebersamaan tetap terjaga tanpa bergantung pada pemberian materi.

Pada akhirnya, tradisi amplop lebaran adalah bagian dari apa yang kita tanamkan hari ini kepada generasi berikutnya. Tradisi ini dapat menjadi budaya yang bisa menumbuhkan mentalitas transaksional. Jika diabaikan, ia berpotensi menjadi pintu masuk bagi normalisasi praktik yang tidak sehat dalam kehidupan sosial.

Selasa, 23 Desember 2025

Tiga Langkah Memilih Jurusan/Program Studi di Perguruan Tinggi

Salah satu persoalan yang dihadapi siswa saat lulus adalah kesulitan dalam memilih jurusan atau program studi di perguaruan tinggi. Kesulitan tersebut disebabkan kurangnya perencanaan studi lanjut yang seharusnya sudah dirancang jauh-jauh hari. Dari beberapa mahasiswa ketika ditanya kenapa memilih program studi (Prodi) tertentu, mereka menjawab karena ikut teman, bahkan juga ada mahasiswa yang memilih Prodi karena nama Prodi tersebut tidak asing di telinganya. Hal ini dapat diibaratkan kita naik bis tanpa tau ke mana arah yang akan kita tuju.

Dampak dari kurang tepatnya dalam memilih Prodi adalah kurangnya motivasi siswa untuk belajar. Kurangnya motifasi belajar dapat menyebabkan kurang efektifnya proses belajar di perguruan tinggi, bahkan dapat sampai drop out (DO). Oleh karena itu pemilihan Prodi atau jurusan yang akan diambil calon mahasiswa harus diperhatikan.

Menurut Susilowati, S.Psi (2008:23) terdapat tiga kelompok siswa yang mengalami kesulitan dalam memilih jurusan;
1. Siswa yang multitalenta
2. Siswa yang tidak tahu kelebihan, bakat, dan minatnya
3. Siswa yang hanya memiliki satu talenta yang menonjol
Sebagai orang tua, dan guru, terutama guru BK sebaiknya memiliki kepekaan terhadap kelompok siswa tersebut.

Anne Roe mengatakan bahwa sebenarnya pemilihan Prodi atau jurusan mencerminkan orientasi dasar pribadi yang berasal dari kebiasan-kebiasaan orang tua dalam mengasuh anak. Oleh karena itu sebagai orang tua atau guru perlu memegang beberapa prinsip dalam membantu anak memilih Prodi atau jurusan di perguruan tinggi, yaitu:

1. Menganjurkan anak untuk memilih Prodi atau jurusan yang sesuai dengan cita-citanya. Karena pada hakikatnya pemilihan jurusan adalah memilih cara atau jalan untuk menuju apa yang akan dicita-citakan. Ini adalah pondasi utama dalam menentukan Prodi atau jurusan.

2. Menganjurkan anak untuk memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuannya. Belajar di perguruan tinggi, selain membutuhkan dana juga membutuhkan kegigihan dan kekuatan pikiran. Memilih jurusan yang tidak sesuai dengan kemampuan pikiran, rentan mengalami drop out (DO)

3. Mempertimbangkan antara Prodi atau jurusan yang dipilih dengan kemampuan finansial orang tua. Untuk hal ini sebenarnya dapat disiasati dengan memilih perguruan tinggi yang lebih murah.

Setelah Prodi atau jurusan ditentukan, maka orang tua atau guru dapat menganjurkan anak untuk mencari tahu informasi yang akurat mengenai jurusan tersebut. Informasi yang penting di antaranya adalah menentukan universitas, mempelajari kurikulumnya, prospek karir, dan lain sebagainya. 

Apabila Prodi atau jurusan sudah ditentukan, maka kita dorong anak untuk belajar guna persiapan tes masuk dan lain sebagainya. Jika persaingan di Prodi yang dipilih cukup ketat, maka dapat ditambah dengan mengikuti kursus persiapan masuk ke perguruan tinggi.

Minggu, 29 Juni 2025

Mengenali Bentuk Kekerasan pada Anak

Anak adalah pelaku peradaban di masa depan. Mereka yang kelak akan meneruskan kehidupan dan merawat peradaban, sehingga harus kita siapkan sebaik mungkin. Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, menjaga pertumbuhannya, pertumbuhan fisik dan jiwa.

Namun kenyataannya masih banyak anak tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya bahkan menerima kekerasan. Pelaku kekerasan justru lebih banyak dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, yang seharusnya melindungi dan menjaganya. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap tumbuh kembangnya secara fisik maupun mental.

Menurut WHO, kekerasan terhadap anak adalah suatu tindakan penganiayaan atau perlakuan salah pada anak dalam bentuk menyakiti fisik, emosional, seksual, melalaikan pengasuhan dan eksploitasi untuk kepentingan komersial yang secara nyata atau pun tidak, dan dapat membahayakan kesehatan, kelangsungan hidup, martabat atau perkembangannya.

Tahukah kita bahwa kekerasan terhadap anak tidak hanya sebatas kekerasan fisik saja, namun ada beragam bentuk kekerasan pada anak yang mungkin tidak pernah kita sadari sebelumnya. Apa saja bentuk kekerasan anak?

1. Kekerasan fisik

Kekerasan fisik pada anak adalah setiap tindakan yang menyebabkan rasa sakit atau cedera tubuh, dilakukan oleh orang dewasa atau orang yang memiliki kekuasaan atas anak, baik sebagai bentuk hukuman maupun bentuk agresi. Menurut WHO kekerasan fisik pada anak meliputi pemukulan, penamparan, mendorong, menendang, membakar, mencekik, atau menggunakan benda untuk melukai anak.

Kekerasan fisik anak kerap dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, seperti orang tua dan teman sebaya. Orang tua melakukan kekerasan fisik biasanya dengan dalih sebagai cara mendidik anak yang bandel. Sebagian lagi memosisikan kekerasan sebagai sanksi yang sah atas hukuman bagi anak-anak yang nakal. Dengan alasan apapun kekerasan pada anak tidak dibenarkan.

2. Kekerasan psikologis

Kekerasan psikologis (atau kekerasan emosional) pada anak adalah bentuk perlakuan buruk non-fisik yang dapat merusak perkembangan mental, emosional, dan sosial anak. Kekerasan psikologis kerap tidak disadari oleh pelakunya, karena dampak yang ditimbulkan tidak dapat diamati secara langsung. Meski tidak tampak secara langsung, dampak psikologis dapat dialami korban lebih lama hingga seumur hidupnya.

Bentuk-bentuk kekerasan psikologis pada anak, diantaranya; (1) kekerasan verbal yang merendahkan seperti memaki, mencaci, membentak, atau mengejek secara berulang, (2) penolakan emosional seperti mengabaikan kebutuhan kasih sayang, atau menunjukkan ketidakinginan memiliki anak, (3) ancaman dan intimidasi dapat terjadi dengan menakut-nakuti anak dengan kekerasan atau hukuman ekstrem, (4) pengucilan atau isolasi sosial yaitu melarang anak berinteraksi dengan orang lain, (5) ekspektasi tidak realistis seperti menekan anak secara berlebihan agar mencapai target yang tak sesuai usia.

3. Kekerasan seksual

Kekerasan seksual pada anak adalah segala bentuk aktivitas seksual yang dipaksakan, dimanipulasi, atau dilakukan terhadap anak, baik secara fisik maupun non-fisik, tanpa persetujuan dan di luar kapasitas pemahaman anak. Menurut WHO, kekerasan seksual pada anak termasuk “setiap aktivitas seksual yang melibatkan anak, dengan atau tanpa kontak fisik, oleh orang dewasa atau remaja yang lebih tua.”

Bentuk-bentuk kekerasan seksual pada anak;

a. Kontak Fisik Langsung, seperti pemerkosaan atau percobaan pemerkosaan, perabaan bagian tubuh secara seksual, memaksa anak untuk meraba tubuh pelaku.

b. Tanpa Kontak Fisiks, seperti memperlihatkan materi pornografi kepada anak, voyeurisme (mengintip anak mandi/telanjang), ekshibisionisme (memperlihatkan alat kelamin), mengajak atau memaksa anak berpose atau direkam secara seksual.

c. Eksploitasi Online, seperti grooming (perkenalan untuk menjebak anak secara seksual melalui internet), penyebaran gambar atau video seksual anak (child pornography), dan sextortion (pemerasan berbasis konten seksual).

4. Kekerasan sosial

Kekerasan sosial pada anak adalah bentuk kekerasan yang terjadi akibat penolakan, pengucilan, diskriminasi, atau pelecehan yang dilakukan oleh lingkungan sosial, seperti teman sebaya, keluarga, sekolah, atau masyarakat. 

Bentuk-bentuk kekerasan sosial pada Anak, (1) Perundungan (bullying) seperti pengucilan dari kelompok bermain, mengolok-olok fisik, nama, agama, atau status sosial, menyebarkan rumor atau fitnah di sekolah/online, (2) diskriminasi, seperti anak tidak diperlakukan adil karena agama, ras, gender, disabilitas, atau latar belakang ekonomi, (3) penolakan Sosial, seperti tidak diajak bermain, tidak dianggap dalam kegiatan kelompok, dihindari oleh guru atau orang dewasa lain, (4) kekerasan Berbasis Gender seperto anak laki-laki/feminin atau anak perempuan maskulin diolok karena tidak sesuai stereotip gender, penolakan terhadap anak-anak dari kelompok LGBTQ

5. Kekerasan ekonomi

Kekerasan ekonomi pada anak adalah tindakan yang membatasi atau mengeksploitasi anak secara ekonomi hingga mengganggu hak-hak dasar mereka untuk hidup layak, berkembang, dan mengakses pendidikan, kesehatan, atau kebutuhan dasar lainnya.

Menurut KPAI dan UU No. 35 Tahun 2014: Kekerasan ekonomi dapat terjadi saat anak dimanfaatkan untuk bekerja atau mencari uang, atau tidak diberi akses terhadap kebutuhan dasar meski orang tua/penanggung jawab mampu.

Bentuk-bentuk kekerasan ekonomi pada anak adalah, (1) Eksploitasi ekonomi seperti memaksa anak bekerja di usia dini untuk membantu ekonomi keluarga, menjadikan anak sebagai pengemis, pengamen, pedagang asongan, atau pekerja rumahan, memperkerjakan anak di sektor berbahaya, (2) penelantaran ekonomi seperti tidak memberikan uang untuk kebutuhan sekolah, makanan, atau pakaian meski mampu, mengabaikan tanggung jawab ekonomi terhadap anak setelah perceraian, (3) kontrol ekonomi berlebihan seperti anak dimanipulasi secara finansial atau dipaksa menyerahkan penghasilan dan mencegah anak mengakses pendidikan karena dianggap tidak menghasilkan.

Selasa, 10 Juni 2025

Cara Berkomunikasi Dengan Anak

Memperlakukan anak tidak semudah yang kita kira. Kadang orang tua kurang tepat dalam meletakkan sikap dan perilakunya kepada anak. Kenapa demikian? karena setiap masa tumbuh kembang anak membutuhkan sikap dan perlakuan yang berbeda. Misalnya ketika anak beranjak remaja maka cara orang tua dalam memperlakukan anak juga harus berubah. Ketika anak masih kecil, orang tua yang mengerjakan semua hal, namun saat anak mendekati usia remaja, mereka harus diberi kesempatan untuk mengerjakan tugas-tugas mereka sendiri. Hal ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran anak, sekaligus sebagai pendidikan mereka untuk menjadi anak yang mandiri.

Orang tua juga harus menjelaskan kepada anak hal-hal yang baik maupun hal-hal yang buruk. Orang tua juga bertanggungjawab untuk mendidik dan menanamkan kemandirian kepada anak. Untuk membentuk anak menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, maka anak harus mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang nilai-nilai hidup. Di dalam diri anak juga perlu ditanamkan kemampuan memotivasi diri, kemampuan untuk memanfaatkan waktu dengan baik, penanaman nilai-nilai positif, kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, dan lain sebagainya. Sehingga orang tua tetap harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak.

Jalinan komunikasi antara anak dan orang tua sering mendapat kendala, terutama ketika anak mulai remaja. Pada fase ini anak lebih percaya kepada orang lain, seperti teman dan guru daripada orang tua. Saat anak mulai dewasa, ia mulai mengembangkan rasa diri dan identitas pribadi. Identitas ego akan selalu berubah karena pengalaman dan informasi baru yang diperoleh dari interaksinya setiap hari dengan orang lain. Pada saat ini peran orang tua lebih bersikap sebagai konsultan dan memberikan berbagai pilihan beserta konsekuensinya. Oleh karena itu komunikasi antara orang tua dengan anak harus berjalan dengan baik. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menjalin komunikasi dengan anak, yaitu:

1. Memilih waktu yang tepat, yaitu saat anak dalam suasana hati yang baik

Berkomunikasi secara serius dengan anak harus pada saat yang tepat. Hal ini dapat dilakukan saat kondisi hati anak senang dan tidak stres, sebelum tidur, saat beraktifitas bersama, saat makan bersama, saat mereka tertarik untuk berbicara, dan saat anak butuh bantuan dan dukungan emosional.

2. Mendengarkan anak

Mendengarkan anak dengan baik adalah kunci dalam membangun hubungan yang kuat dan saling percaya. Mendengarkan anak dapat dilakukan dengan perhatian penuh dan penuh empati. Berikan kesempatan kepada anak untuk berbicara dan berikan respon dengan cepat.

3. Berbicara dengan bahasa yang sesuai

Berbicara dengan anak menggunakan bahasa yang sesuai melibatkan penggunaan kalimat sederhana, jelas, dan positif, serta menghindari bahasa bayi dan kata-kata negatif. Penting juga untuk memberikan perhatian penuh, mendengarkan dengan seksama, dan memberikan respons positif terhadap upaya anak dalam berbicara. 

4. Menghindari respon yang berlebihan

Menghindari respon berlebihan saat berbicara dengan anak dapat membantu membangun komunikasi yang lebih efektif dan sehat. Ini berarti tidak terlalu emosional atau berlebihan dalam merespon apa yang dikatakan anak, tetapi tetap memberikan dukungan dan perhatian.

Menghindari respon berlebihan dapat dilakukan dengan mendengarkan dengan seksama yaitu memberikan perhatian penuh pada apa yang dikatakan anak dan coba pahami maksudnya, menggunakan bahasa yang sederhana dengan menghindari bahasa yang rumit atau teknis yang mungkin tidak dipahami anak, memberikan respon yang positif dan mendukung dengan menunjukkan bahwa anak didengarkan dan dihargai, misalnya dengan tersenyum, mengangguk, atau memberikan pujian.

Tidak terlalu emosional juga penting untuk menciptakan respon yang tidak berlebihan yaitu dengan menghindari berteriak atau menunjukkan rasa cemas berlebihan saat anak bercerita. Berikutnya memberi kesempatan anak untuk berbicara dengan cara tidak memotong pembicaraan anak dan biarkan mereka menyelesaikan apa yang ingin mereka sampaikan. Fokus pada apa yang dikatakan anak dan tidak terburu-buru untuk memberikan nasihat atau solusi, tetapi biarkan anak menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

menggunakan bahasa tubuh yang positif dengan menatap mata anak dengan hangat, tersenyum, dan tunjukkan bahwa Anda mendengarkan dengan penuh perhatian. Memberikan contoh perilaku yang baik. Saat menegur anak, berikan contoh perilaku yang lebih baik daripada hanya mengatakan "jangan" atau "tidak".

Jika anak berbicara kasar atau kurang sopan, jangan bereaksi berlebihan sampaikan dengan tenang bahwa perilaku itu tidak baik dan berikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana. Jika anak mengalami kesulitan berbicara, jangan memaksa mereka dengan memberikan stimulasi yang positif dan bantu mereka untuk berbicara dengan cara yang lebih nyaman

5. Tetap tegas tanpa amarah

Tegas dan marah kadang kala terlihat sama. Namun kedua hal tersebut sebenarnya sagat berbeda. Sikap tegas adalah sikap yang menunjukkan ketegasan berdasarkan alasan yang logis, dengan mempertimbangkan akibatnya. Adapun marah lebih pada emosi negatif yang muncul karena tidak suka atau jengkel dan bersifat spontan tanpa memperhitungkan akibatnya.

Dalam menjalin komunikasi dengan anak, hendaknya orang tua bersikap tegas, dan tidak plin-plan. Terlebih menyangkut keputusan-keputusan yang berkaitan dengan anak. Orang tua yang tegas dan kosisten dengan apa yang diucapkan maupun yang diputuskan dapat meneguhkan hati anak untuk mengikuti dan menaatinya.

6. Menghargai perbedaan pendapat

Menghargai pendapat anak berarti menerima dan mendengarkan dengan serius apa yang mereka katakan, meskipun mungkin berbeda dengan pendapat kita. Ini penting untuk membangun kepercayaan, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan membantu anak merasa dihargai.

Minggu, 04 Mei 2025

Menciptakan Lingkungan Layak Anak

Dewasa ini pola hidup bermasyarakat menjadi semakin absurd dan kacau. Masyarakat tidak lagi dapat membedakan hal-hal yang seharusnya dilihat, didengar, dan dilakukan, sesuai dengan usia dan tingkat kedewasaan seseorang. Berbagai hal yang seharusnya dikonsumsi oleh orang dewasa, dapat dengan bebas dipakai dan dinikmati oleh anak-anak. Begitu juga banyak hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh orang dewasa, bebas dilakukan oleh anak-anak.

Tontonan dan dedengaran yang beredar di masyarakat, yang seharusnya hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa, sekarang dapat dengan leluasa ditonton dan didengar oleh anak-anak. Misalnya saja lagu-lagu dengan lirik-lirik sensual diputar berulang kali di sekitar anak, hingga lirik tersebut masuk ke dalam alam bawah sadar mereka. Hal ini dapat berdampak pada perkembangan psikologis bagi anak-anak yang nantinya dapat menghambat bahkan merusak kepribadian mereka. Karena alam bawah sadar merupakan pembentuk kepribadian mereka di saat dewasa. 

Selain itu masih banyak hal-hal yang tidak mendukung tumbuh kembang anak dengan baik, seperti lingkungan yang penuh dengan kekerasan, diskriminatif, lingkungan yang kotor, kekerasan rumah tangga, ketidakmampuan orang tua dalam mendidik anak, dan lain sebagainya. Hal demikian akan membentuk lingkungan yang tidak layak bagi anak.

Lingkungan yang layak bagi anak penting untuk diwujudkan dan terus dijaga, karena dapat mendukung anak untuk tumbuh kembang dengan optimal. Dengan mewujudkan lingkungan layak bagi anak, masyarakat dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak, di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berpotensi dan dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Menciptakan lingkungan yang layak bagi anak berarti menciptakan dunia yang layak bagi anak, yaitu memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk hidup dan berkembang dengan baik, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi. Ini melibatkan pemenuhan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak Anak (KHA), seperti hak untuk hidup, kesehatan, pendidikan, bermain, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Dalam hal ini negara dapat menyelenggarakan 4 program:

1. Gaya hidup sehat

Menciptakan gaya hidup sehat dapat dilakukan dengan menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman sehingga memungkinkan anak dapat berkembang. Mewujudkan gaya hidup sehat pada anak dimulai dengan membangun kebiasaan positif sejak usia dini, seperti makan makanan bergizi seimbang, berolahraga, tidur cukup, menjaga kebersihan, dan menghindari kebiasaan buruk. Keterlibatan orang tua dan lingkungan yang mendukung sangat penting untuk membentuk anak menjadi individu yang sehat dan aktif.

2. Pendidikan untuk semua anak

Mewujudkan pendidikan untuk semua anak adalah sebuah konsep pendidikan inklusif yang bertujuan untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa diskriminasi berdasarkan kondisi fisik, mental, sosial, ekonomi, atau latar belakang lainnya. Pendidikan inklusif menghargai keberagaman dan perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung bagi semua peserta didik.

Pendidikan Inklusif dapat diwujudkan melalui beberapa upaya yaitu; meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif melalui kampanye, seminar, dan program penyuluhan, menyediakan bantuan dan beasiswa, serta infrastruktur pendidikan yang terjangkau bagi semua anak, menjalin kerjasama erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, mengubah paradigma dari pendidikan yang membedakan menjadi pendidikan yang menghargai perbedaan, merancang kurikulum dan metode pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam.

3. Perlindungan anak

Perlindungan anak mencakup empat perlindungan penting yaitu; Perlindungan Korban Kekerasan dan Eksploitasi,  Perlindungan Korban Pornografi dan Situasi Darurat, Penyandang Disabilitas, dan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), Terorisme, Sigma

4. Memerangi diskriminasi anak

Diskriminasi anak adalah perlakuan yang tidak adil terhadap anak berdasarkan karakteristik tertentu seperti ras, jenis kelamin, agama, disabilitas, atau status sosial. Diskriminasi ini dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.

Memerangi diskriminasi anak memerlukan pendekatan multidimensi, mulai dari pendidikan yang inklusif hingga penegakan hukum yang tegas. Pendidikan yang inklusif dapat membangun kesadaran dan toleransi, sementara penegakan hukum dapat menjamin hak-hak anak terlindungi. Organisasi masyarakat sipil juga memainkan peran penting dalam memberikan dukungan dan advokasi bagi korban diskriminasi. Berikut adalah beberapa langkah konkret yang dapat diambil:

a. Pendidikan dan Kesadaran: 

Inklusivitas dalam Pendidikan: Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, di mana semua anak merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama. 

Menanamkan Nilai Toleransi: Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menghargai perbedaan, baik suku, agama, ras, atau status sosial. 

Mengubah Prasangka: Membantu orang dewasa dan anak-anak memahami dan menyingkirkan prasangka yang menjadi dasar diskriminasi. 

b. Penegakan Hukum: 

Pengaduan dan Pelaporan: Meningkatkan akses dan kepastian pelaporan kasus diskriminasi terhadap anak melalui lembaga-lembaga seperti Komnas Perlindungan Anak (KPAI) dan Pusat Pengaduan PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak). 

Peran Penegak Hukum: Menegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku diskriminasi dan kekerasan terhadap anak. 

Perlindungan Korban: Memberikan bantuan dan dukungan yang komprehensif kepada korban diskriminasi, baik secara hukum maupun psikologis. 

c. Dukungan Masyarakat:

Advokasi: Melakukan advokasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memerangi diskriminasi anak. 

Dukungan Korban: Memberikan dukungan dan bantuan kepada korban diskriminasi melalui berbagai kegiatan, seperti konsultasi, pendampingan, dan pelatihan.

Kolaborasi: Membentuk kerjasama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk memerangi diskriminasi anak. 

d. Kebijakan Pemerintah: 

Revisi Kebijakan: Menerbitkan dan merevisi kebijakan yang mendukung perlindungan anak dari diskriminasi, seperti peraturan pemerintah terkait hak-hak anak dan penanganan kasus diskriminasi.

Program Afirmasi: Mengembangkan dan memperluas program afirmasi yang mendukung anak-anak dari keluarga yang kurang mampu dan daerah terpencil.

Dana Alokasi Khusus: Mengalokasikan dana untuk mendukung program perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi. Dengan memadukan pendekatan pendidikan, penegakan hukum, dukungan masyarakat sipil, dan kebijakan pemerintah, diharapkan upaya memerangi diskriminasi anak dapat lebih efektif dan berkelanjutan.

Selasa, 31 Desember 2024

Catatan Penting Mempelajari Baca Tulis Al-Qur'an Metode An-Nahdhiyyah

Saya sangat bersyukur sekali ketika tahun 2018 lalu mengikuti Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Quran (PGTPQ) metode An-Nahdhiyyah di desa Tiudan kecamatan Gondang kabupaten Tulungagung. Tahun 2018 merupakan angkatan pertama PGTPQ An-Nahdhiyyah yang diselengarakan di kabupaten Tulungagung. Sebelumnya pendidikan tentang metode pengajaran baca tulis al-Qur'an dilakukan melalui pelatihan atau diklat antara 3-7 hari. Adapun PGTPQ didesain dan dilaksanakan seperti perkuliahan pada perguruan tinggi.

Di dalam PGTPQ, selain mempelajarai meteode pembelajaran baca tulis al-Qur'an juga mempelajari mata kuliah-mata kuliah pendamping yang diperlukan untuk pembelajaran baca tulis Al-Quran, seperti materi tentang sifat dan makharijul huruf, metode pembelajaran, psikologi pendidikan, manajemen pendidikan TPQ, adabul qiroatul Qur'an, dan lain sebagainya. Mata kuliah-mata kuliah tersebut dapat menunjang keberhasilan dalam penyelenggarakan pendididkan al-Qur'an.

Dengan tambahan-tambahan materi tersebut, PGTPQ dilaksanakan selama dua tahun, dengan progam tahun pertama tentang pembelajaran jilid 1-6 dan pada tahun kedua Program Sorogan al-Qur'an (PSQ). Untuk durasi perkuliahan dilaksanakan setiap hari minggu pukul 08.00-11.30 WIB dengan dua sesi materi, yaitu materi utama tentang pembelajaran metode An-Nahdhiyyah dan satu sesi tentang mata kuliah pendamping.

Yang menjadikan istimewa dari proses pembelajaran yang saya alami adalah untuk materi jilid diampu oleh al-maghfurlah Ust. Musthofa. Beliau adalah pengajar generasi kedua yaitu generasi setelah pendiri metode an-Nahdhiyyah yaitu Kiai Munawwir Kholid, Kiai Manaf, Kiai Mu’in Arif, Kiai Hamim, Kyai Masruhan, Kiai Syamsu Dluha dan Kiai Mardi yang ditempati pertama kali pembelajaran dengan metode An-Nahdhiyyah. Saat Kiai Munawwir Kholid masih aktif mengajar, Ust. Musthofa sering mengikuti beliau dan beberapa kali sempat menjadi badal di saat beliau berhalangan hadir. Sehingga bisa dikatakan dari segi sanad saya adalah generasi ketiga pendidik metode Baca Tulis Al-Qur'an An-Nahdhiyyah.

Dari pembelajaran tersebut terdapat catatan-catatan penting yang akan saya tuliskan di sini, setidaknya untuk pengingat bagi alumni-alumni PGTPQ dan pemerhati baca tulis al-Qur'an metode An-Nahdhiyyah.

1. Dalam pandangan metode An-Nahdhiyyah, tugas ustadz dan ustadzah ada tiga; pertama sebagai mualim (mengajar), kedua sebagai muadib (memberi contoh), dan ketiga sebagai murobbi ruh (mendo'akan santri-santri). Metode An-Nahdhiyyah selain mengedepankan pengetahuan juga mengedepankan bimbingan ruh.

2. Ciri khas Metode An-Nahdhiyyah

    a. Adanya riyadhoh puasa dan bacaan wirid

    b. Sistem Klasikal

    c. Ustadz harus mengajar menggunakan stik sentuhan jiwa

3. Budaya di Mabin AN-Nahdhiyyah Lagitan, pembelajaran pertama pada santri baru di hari rabu adalah pengijazahan huruf hijaiyyah dengan cara disampaikan seluruhnya pada hari itu juga mulai dari huruf hamzah sampai huruf ya'. Teknisnya Ustadz mengucapkan dan santri menirukan.

4. Metode An-Nahdhiyyah menggunakan ketukan sebagai titian murottal, yaitu untuk menghitung panjang pendek bacaan. Sehingga ukuran panjang pendek bacaan lebih akurat.

5. Terdapat tiga tahapan dalam menjelaskan materi; (1) lobi suara, (2) pembetulan suara, (3) menjelaskan bentuk huruf. Ini berlaku juga dengan jilid dua dan seterusnya. Misalkan pada saat materi bacaan ikhfa', maka tahapan menjelaskan materi menjadi; (1) lobi suara (ikhfa'), (2) membetulkan suara bacaan ikhfa' santri, dan (3) menjelaskan teori ikhfa'. Begitu juga dengan materi-materi lainnya disampaikan dengan tahapan yang sama. Bahan lobi suara diambilkan dari baris pertama setiap halaman jilid.

6. Setiap jilid disertai petunjuk mengajar yang berisi tentang fokus materi, dll. Pada halaman materi terdapat keterangan penjelasan di bagian bawah untuk memudahkan ustadz dan ustadzah dalam menjelaskan materi.

JILID 1

1. Pada jilid satu, fokus pada pengenalan huruf-huruf hijaiyyah. Setiap menjelaskan huruf disertakan juga dengan penjelasan sifat dan makhrajnya.

2. Untuk makhraj-makhraj yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia atau Jawa maka dalam pembetulan huruf setiap santri diminta untuk mengulangi.

3. Penjelasan sifat huruf dapat diambilkan dengan membandingkan suara-suara hewan atau benda yang ada di sekitar kehidupan santri. Misalnya sifat-sifat huruf Syin sama dengan sifat suara ketika mengusir ayam.

4. Menjelaskan istifal dan isti'la'

JILID 2

1. Jilid dua pada halaman 1, 2, dan 3 adalah materi inti mengenalkan huruf-huruf sambung sedangkan halaman 4, 5, 6, dan 7 merupakan pengembangan dari materi halaman 1, 2, dan 3. Cara mengajarkannya dengan menulis beberapa contoh huruf pisah dan sambung di atas papan tulis. Pada saat latihan, tulisan kalimat dengan huruf terpisah dihapus sehingga tertinggal kalimat dengan penulisan huruf bersambung.

2. Materi yang dituju halaman 8 dan 9 adalah halaman 10

3. Halaman 12 cara menjelaskan harokat kasroh dengan mringis

4. Halaman 14 mulai menjelaskan harokat dhommah dibaca "U"

5. Dalam harokat dhommah maupun kasroh tidak dibedakan huruf isti'la' maupun istifal seperti pada harokat fathah

6. Halaman 21 mengenalkan fathatain

7. Halaman 23 mengenalkan kasrotain

8. Halaman 25 mengenalkan dhommatain

JILID 3

1. Pembagian ikhfa' menjadi tiga; ikhfa' hakiki, ikhfa' syafawi, dan ikhfa' bi makna jadid

2. Ikhfa' hakiki dibagi menjadi tiga; a'la (ت د ط), adna (ق ك), dan ausath (ث ج ذ ر س ش ص ض ظ ط)

3. Ikhfa' bi makna jadid seperti وَاسْتَغْفِره dan بِالْقِسْط

JILID 4

1. Dalam menjelaskan bunyi lam sukun pada alif lam harus benar-benar dibaca satu ketukan agak kendor, karena santri dalam membunyikan lam sukun dalam alif lam terlalu kendor bahkan sampai dua ketukan

2. Dalam menjelaskan bacaan Idzhar Halqi, disampaikan bahwa Idzhar adalah bacaan jelas satu ketukan tanpa dengung. Ciri-cirinya adalah jika ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf tenggorokan. Nun sukun dan tanwin adalah bunyi hidung sedangkan huruf-huruf idzhar adalah huruf tenggorokan, maka bunyi keduanya tidak bisa digabung sehingga dibaca jelas.

3. Bacaan Mad Wajib dan Mad Jaiz Muttasil dalam praktiknya semua menggunakan 5 harokat/ketukan, hal ini untuk mempermudah santri mengingatnya

JILID 5

1. Sebelum ada keterangan baru dalam halaman, maka tidak ada materi baru

2. Semua huruf bertasydid dibaca satu ketukan kecuali nun dan mim bertasydid yang dibaca dengung dua ketukan atau ghunnah.

3. Semua mim sukun yang bertemu huruf hijaiyyah dibaca jelas, kecuali mim sukun bertemu dengan mim dan ba', maka dibaca dengung dua ketukan.

4. Untuk memudahkan penjelasan bacaan lafadz jalalah (الله), maka jika sebelum Allah berharokat di atas (fathah dan dhommah) maka dibaca tebal, tapi jika sebelumnya berharokat di bawah (kasroh) maka dibaca tipis.

JILID 6

1. Perpindahan dari ketukan menuju taghonni pada materi setelah halaman 10

2. Qolqolah yang pantulan hurufnya kembali ke tengah disebut sughro

3. Qolqolah yang kembali secara penuh disebut qolqolah kubro

4. Kata الدنيا tidak dibaca idhgham akan tetapi dibaca Idzhar Wajib karena dalam satu kata

5. Mad Thabi'i bertemu dengan tasydid dinamakan Mad Lazim Kilmi Mutsaqol seperti ولا الضّالّين

6. Mad Thabi'i bertemu dengan sukun dinamakan Mad Lazim Klimi Mukhoffaf الآن

7. Hukum membaca Basmalah dalam al-Qur'an ada 4:

    a. Wajib - ketika membaca surat Al-Fatihah karena basmalah adalah bagian dari Fatihah

    b. Haram - permulaan surah Taubah

    c. Sunah - selain permulaan surat Taubah dan Al-Fatihah

    d. Makruh - ketika dibaca di tengah-tengah surah Fatihah

8. Macam-macam waqof:

    a. Waqof Idhthitari

    b. Waqof Ikhtiyari - dibagi lagi menjadi Tam, Kafi, Hasan, dan Qobih

    c. Waqof Intidzari - waqof ketika berpindah qiro'ah

    d. Waqof Muqarabah - ditandai dengan titik tiga

    e. Waqof Ta'sif - Waqof yang sembarangan dan sembrono

9. Waqof Naql contohnya عَنْهُ diwaqofkan menjadi عَنُهْ dan khusus dalam Al-Qur'an dilarang waqof naql

Kamis, 25 April 2024

Menghindari Marah kepada Anak

Kemarahan orang tua kepada anak umumnya disebabkan oleh ketidakdisiplinan anak. Misalnya saat orang tua berbelanja, lalu anak dengan memaksa meminta dibelikan barang-barang yang tidak diperlukan kemudian anak rewel dan mengamuk. Atau pada kondisi tertentu anak melakukan pembangkangan dan ketidakpatuhan sehingga menyulut kemarahan orang tua. Amarah tersebut biasanya dilampiaskan dengan memukul, membentak, dan memaki anak.

Rewel dan mengamuk yang dilakukan anak dapat dikategorikan perilaku tidak disiplin. Disiplin adalah rasa kepatuhan terhadap aturan atau pengawasan dan pengendalian. Disiplin adalah upaya untuk memberikan. Anak yang rewel, mengamuk, atau menangis tantrum merupakan satu bentuk ketidakpatuhan pada aturan dan pengawasan orang tua.

Untuk menghindari kemarahan dan pukulan terhadap anak, terdapat beberapa tips dengan menerapkan disiplin ketat pada anak. Adapun caranya sebagai berikut:

1. Bersama anak membuat aturan sederhana dan batasan, dan pastikan anak memahaminya.

Membuat aturan bersama membuat anak merasa diakui keberadaannya, sehingga dapat meunmbuhkan rasa percaya diri pada anak. Di lain itu juga dapat memahamkan anak atas aturan-aturan yang akan diterapkan berikutnya. Dengan membuat aturan bersama anak, maka anak akan dapat lebih bertanggungjawab atas aturan tersebut, selain itu anak juga tidak akan merasa keberatan dengan aturan yang disepakati tersebut.

2. Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk membahas tentang isu-isu dan mengambil keputusan bersama.

Hal ini melatih anak untuk menyampaikan ide dan gagasannya sehingga melatih anak berpikir kritis. Anak akan benar-benar memahami dan mengerti aturan-aturan yang akan diputuskan dari diskusi tersebut karena ia terlibat langsung dalam menentukan aturannya.

3. Pengunaan nada suara yang tepat, yaitu pelan namun tegas.

Setelah aturan ditetapkan, maka yang dilakukan orang tua adalah mengontrol berjalannya aturan tersebut. Dalam perjalanannya dimungkinkan anak melakukan pelanggaran-pelanggaran atas aturan yang sudah disepakati. Maka jika hal tersebut terjadi, orang tua bisa mengingatkan dengan cara yang bjiak, salah satunya adalah menggunakan nada yang pelan tapi tegas.

4. Puji dan tanamkan perilaku baik.

Pujian terhadap anak merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kebaikan dan kepatuhan yang dilakukan anak. Dengan pujian, anak akan merasa berharga terutama atas kepatuhannya pada aturan-aturan yang telah disepakati bersama orang tua.

5. Usahakan untuk mengatakan "tidak" secara konsisten pada hal-hal yang disepakati bersama

Dalam penerapan kedisiplinan kadang muncul moment-moment tertentu yang mendorong anak untuk melakukan pelanggaran. Kemudian anak mencoba melakukan negoisasi kepada orang tua untuk melakukan pelanggaran sedikit. Misalnya sudah disepakai boleh menggunakan hp pada jam-jam tertentu, namun anak memohon untuk menggunakannya di luar jam yang sudah disepakati, maka orang tua harus tegas untuk bilang tidak. Karena, sekali orang tua membolehkan anak melanggar aturan yang disepakati, maka sebenarnya ia telah merusak komitmen bersama yang dibangun sebelumnya.

Orang dewasa bisa mendorong anak-anak supaya patuh dan bisa bekerjasama dengan cara:

1. Mengetahui benar tentang karakter dan perkembangan anak

Pengetahuan orang tua tentang psikologi anak sangat diperlukan supaya dapat bertindak sesuai dengan karakter dan perkembangan anak, sehingga apa yang dilakukan dapat berdampak secara efektit terhadap anak. Ilmu psikologi yang mempelajari tentang perkembangan seseorang dari bayi hingga masa tua dinamakan Ilmu Psikologi Perkembangan. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalu bacaan-bacaan di internet yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

2. Bantu anak-anak untuk mengutarakan pendapat dan perasaan mereka.

Untuk memberanikan diri anak mengungkapkan persoalannya kepada orang tua merupakan salah satu hal yang cukup sulit, terutama persoalan-persoalan yang dianggap anak tidak akan mendapatkan dukungan orang tua. Namun demikian, meskipun sulit orang tua harus tetap berusaha untuk terbuka kepada anak dengan sering mengajaknya mengobrol dan berdiskusi supaya anak merasa nyaman dan  aman ketika mengutarakan persaannya kepada orang tua. Orang tua mengetahui persoalan yang dihadapi anaknya sangat penting karena hal tersebut dapat membantu anak dalam mengatasi permasalahannya.

3. Mau berbicara dengan anak-anak.

Komunikasi dengan anak perlu dilakukan secara terus menerus, sehingga antara anak dan orang tua akan terbangun ikatan emosional. Hal ini akan membantu mereka untuk mengungkapkan masalah-masalah yang dihadapi, sehingga orang tua dapat membantu dengan memberikan solusi yang tepat.

4. Memahami dunia anak-anak

Memahami dunia anak dapat dilakukan dengan memahami psikologi perkembangan anak. Dengan pemahaman yang mumpuni orang tua dapat bersikap pada anak dengan sikap yang tepat.

5. Menghormati anak setiap saat, juga ketika meminta bantuan mereka

Memperlakukan anak sebagai seseorang yang otonom dan mandiri dapat membuat mereka lebih percaya diri. Sehingga dalam setiap hal, anak diperlakukan seperti orang dewasa pada umumnya, dihormati, diajak diskusi, dan lain sebagainya. Dengan perlakuan demikian, keberadaan anak menjadi terakui dan mereka akan merasakan keberadaannya.

6. Menghargai upaya anak-anak untuk membantu

Di saat anak membantu pekerjaan mungkin mereka akan melakukannya lebih lama, atau dapat mengganggu pekerjaan orang tua. Akan tetapi membolehkan anak membantu dalam melakukan pekerjaan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas keberadaan seorang anak. Selain itu, keterlibatan anak dalam pekerjaan adalah sebagai pembangun hubungan harmonis antara anak dan orang tua.

7. Mempercayai bahwa anak-anak bisa bertanggung jawab

Beberapa tanggung jawab kecil dapat kita bebankan pada anak, hal ini untuk melatih mereka mengemban amanah. Misalnya merapikan mainan setelah dipakai, meletakkan sepatu dan sandal di rak, dan bertanggung jawab atas kebersihan kamarnya.

8. Memberi pujian atas pencapaian mereka

Pujian secara verbal dapat membuat anak merasa dihargai dan berharga. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaandirinya sehingga anak dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik. 

9. Mendorong anak-anak dengan kata-kata positif dan nyata dengan contoh dari diri kita sendiri

Cara mendidik anak yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh langsung. Dengan contoh langsung, anak tidak hanya tahu, tapi juga mengerti dan memahami.

10. Jelaskan kepada anak perilaku yang baik dan kurang baik dengan kata-kata yang mudah dimengerti.

Penjelasan kepada anak tentang ini boleh ini tidak boleh, sangat diperlukan. Hal tersebut untuk membuat anak benar-benar memahami tentang apa yang dilaknannya. Jika anak mampu memahaminya anak akan melakukan setiap sesuatu dengan kesadaran penuh dan percaya diri.

Apabila anak tetap melakukan hal-hal buruk, maka orang tua dapat mengatasi perilaku tersebut dengan:

1. Mencabut sementara hak istimewa

2. Membiarkan anak untuk jauh dari lingkaran keluarga di tempat yang aman

3. Komentari perilakunya, bukan anaknya. Contoh, katakan perilaku tersebut tidak baik, jangan katakan kamu tidak berguna, dll.

Janganlah marah kepada anak, mereka mengalami kebahagiaan dalam waktu yang singkat. Mereka juga akan menjadi dewasa seperti orang tuanya beserta permasalah-permasalah kehidupan yang melingkupinya.

Selasa, 23 Mei 2023

Lebih Baik Memukul atau Membentak Anak?


Anak-anak seringkali berperilaku buruk ketika mereka merasa bosan, muak, lelah, atau sedang menginginkan perhatian. Perilaku buruk tersebut dapat berupa marah-marah, menangis tantrum, memotong pembicaraan, pura-pura tidak mendengar, berbohong, bersikap tidak sopan, dan lain sebagainya.

Kita mungkin merasa terganggu jika anak-anak berperilaku buruk terutama ketika kita melakukan aktifitas seperti memasak, pergi belanja, melakukan pekerjaan, mengobrol dengan orang lain, dalam pertemuan keluarga, dan sebagainya. Sebagai orang tua, seringkali kehilangan kesabaran dengan perilaku anak tersebut. Ketika kesabaran sudah tidak ada, maka emosi tidak dapat dikendalikan lagi, sehingga orang tua dapat memukul dan memaki anak. Padahah memukul atau memaki, memiliki dampak besar bagi anak, di antaranya adalah:

1. Membuat anak takut dan merasa tidak aman, tidak disayangi dan sedih

2. Memberikan contoh yang buruk dalam menghadapi guncangan emosi

3. Mengajak anak-anak untuk memaki, memukul, dan mencemooh kawan-kawan mereka dalam lingkungan sekolah ataupun keluarga

4. Memotivasi anak untuk berbohong dan menyembunyikan perasaan mereka supaya tidak dipukul atau dimaki

Selain memberikan dampak secara langsung, memukul dan memaki anak-anak juga dapat membangun pengertian pada mereka bahwa:

1. Kekerasan adalah hal yang lumrah

2. Siapa kuat dan besar boleh memukul dan memaki yang lemah dan kecil

3. Orang dewasa bisa mengatasi konflik dan menyatakan otoritas melalui tindak kekerasan

Dari kedua respon atas perilaku buruk anak di atas, keduanya tidak ada yang menguntungkan bagi orang tua. Keduanya merupakan tindak kekerasan. Memukul adalah kekerasan fisik, sedangkan memaki termasuk kekerasan verbal. Hal itu berarti memukul dan membentak anak sama-sama berdampak negatif bagi anak. 

Jika kita mendapati diri akan memukul seorang anak, kita harus ingat bahwa anak-anak belajar dengan cara meniru perilaku orang tua. Jadi cara mengajarkan disiplin yang paling baik adalah dengan memberikan contoh yang baik bagi mereka. Ini berarti mengajak untuk berperilaku baik/terpuji dengan cara yang diharapkan, kemudian memuji mereka karena melakukannya.

Kemudian apa yang bisa kita lakukan jika kita mendapati diri akan memukul seorang anak? Pertama, menjauh dari anak, berikan waktu untuk bersabar dan berfikir tentang bagaimana cara merespon yang paling baik, lalu;

1. Bergegas kembali kepada anak dan jelaskan secara tenang mengapa kelakuannya tindak kita sukai

2. Tayakan kepada anak mengapa dia berperilaku demikian

3. Katakan kepadanya kalau kita tahu bahwa dia bisa berperilaku lebih baik dari itu

4. Katakan kepadanya kalau kelakuannya tadi membuat kita kecewa

5. Tanyakan kepada anak apa yang bisa kita lakukan supaya dia berperilaku lebih baik

6. Pastikan bahwa hukuman yang kita berikan adalah adil

7. Cari bantuan-kalau bisa, coba dibicarakan dengan orang lain.

Dengan usaha-usaha tersebut, kita secara tidak langsung mengajak anak untuk memikirkan setiap sesuatu yang pantas dilakukan dan yang tidak pantas. Di lain itu, dengan mengajaknya diskusi, anak akan terbiasa berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu.

Selasa, 20 Desember 2022

Stasiun Tulungagung, Dulu dan Kini

Pada tahun 2017, saya dan Dafik (owner the Hasan Video) melakukan beberapa pemotretan stasiun Tulungagung dalam mengikuti lomba Foto Kereta Api Indonesia. Lomba tersebut diadakan dalam memperingati 150 tahun perkeretaapian Indonesia yang jatuh pada tahun 2017. Untuk memperingatinya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan lomba foto dengan tema "The Journey is A Treasure". Pada tahun ini saya bongkar-bongkar file, ternyata masih ada foto-foto hasil jeperetan lomba saat itu. Supaya foto-foto tersebut dapat bercerita, saya sertakan sejarah singkat stasiun Tulungagung dari berbagai sumber. 

Pintu utama stasiun Tulungagung dengan Bangunan era Kolonial
Perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS) memulai pembangunan jaringan kereta api pertamanya di Indonesia pada tahun 1875. Pertama pembangunan dilakukan di wilayah timur yaitu mulai dari Surabaya-Pausuruan sepanjang 63 km pada 1878. Kemudian pembangunan dilanjutkan sampai ke Malang, Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Pembangunan stasiun Tulungagung dimungkinkan sejalan dengan pembangunan lintasan kereta api tersebut yaitu sekitar tahun 1879. 
Bangunan teras kolonial yang masih bertahan hingga saat ini
Pada masa kolonial Belanda, stasiun Tulungagung adalah stasiun besar yang memiliki beberapa sarana dan prasarana pendukung kereta api seperti jembatan timbang, menara air, turntable, dan dipo lokomotif. Bahkan pada saat itu memiliki 6 hingga 7 jalur dalam satu emplasemen. Pada tahun 1995 menjadi 5 jalur, pada 2009 masih 4 jalur, dan hari ini menyisakan 3 jalur.

Turun melalui pintu terdekat dengan stasiun dan naik melalui
sisi terjauh, merupakan metode efektif untuk mempersingkat
sirkulasi penumpang
Dulu stasiun Tulungagung merupakan stasiun percabangan Tulungagung Blitar, Tulungung Kediri, dan Tulungagung Trenggalek. Jalur percabangan Tulungagung-Trenggalek merupakan upaya pemerintah saat itu dalam membuka daerah pedalaman yang terisolasi untuk kesejahteraan masyarakat. Jalur tersebut adalah jalur yang diperuntukkan kereta api jenis Trem, yaitu kereta api dengan lokomotif dan gerbong berukuran lebih kecil, kecepatan lebih rendah, kapasitas pengangkutan yang lebih kecil, serta jarak tempuh yang lebih dekat.

Kereta api Trem, yang menapak di jalur Tulungagung-Trenggalek-Tugu
Jalur Tulungagung-Trenggalek membentang sepanjang 48 km, dibangun melalui tiga tahap. Pertama dati Tulungagung menuju Campur Darat sepanjang 14 km diselesaikan pada 15 Juli 1921. Selanjutnya Campurdarat-Trenggalek sepanjang 25 km selesai pada 1 Juli 1922. Terakhir pada 3 Januari 1923 keseluruhan jalur sudah diselesaikan dengan dihubungkannya Trenggalek-Tugu sepanjang 9 km.

Jam dinding yang menjadi pedoman kedatangan
dan pemberangkatan kereta api
Untuk menjangkau beberapa daerah yang dilewati jalur kereta api tersebut dibangun beberapa stasiun atau halte. Berturut mulai dari Tulungagung yaitu Jepun, Beji, Boyolangu, Pojok, Pelem, Campur darat, Duwet, Bandung, Bandung Pasar, Bulus, Kedunglurah, Bendo, Ngetal, Ngpeoh, Trenggalek, Nglongsor, Winong, dan Tugu. Dari Stasiun Tulungagung hingga Stasiun Tugu dapat ditempuh sekitar 2,5 jam.

Kursi khas stasiun tempat bersandar penumpang dalam penantian
Sayang sekali jalur Tulungagung-Trenggalek tidak lama beroperasi. Tepatnya pada 1 November 1932 jalur tersebut resmi ditutup karena faktor krisis ekonomi pada tahun 1930an. Untuk relnya jalur Campurdatar-Tugu telah dicabut Jepang pada tahun 1943, sedang gundukan tananhnya dikeruk untuk meninggikan jalan raya Campurdarat-Bandung yang memiliki peran penting untuk mobilitas rakyat dan tentara pada era perang revolusi.

Kran air yang terhubung dengan menara air untuk mengisi ketel kereta api uap
Sumber:
1. PT KAI Heritage
2. Wikipedia

Senin, 22 April 2019

Lirik dan Makna Lagu Demokrasi karya Sujiwo Tejo

Banyak lagu-lagu gubahan Sujiwo Tejo yang unik dan estetik. Hal tersebut lantaran beberapa sebab. Pertama, nada yang khas. Kedua, penggabungan alat-alat musik modern dan klasik yang saling beriring berpilin membentuk irama. Dan ketiga, lirik-liriknya yang sangat dalam.

Salah satu dari sekian banyak lagu Sujiwo Tejo yang saya sukai, adalah Demokrasi. Lagu tersebut dinyanyikan dua orang (duet) dengan lirik berbentuk dialog. Nadanya serasa paduan antara tembang dolanan dan gending Jawa. Musiknya paduan antara primitif dan modern, dan yang paling asyik di tengah-tengah menjelang reff mulai terdengar iringan koor yang bertenaga gerak serentak teatrikal.

Kamis, 23 Agustus 2018

Menit-menit Terakhir Bersama Abah

Kematian adalah jalan yang pasti dilalui oleh setiap makhluk hidup. Akhir dari perjumpaan adalah perpisahan dan setiap kehidupan akan berujung pada kematian. Perjumpaan dan perpisahan, sebagaimana kehidupan dan kematian, memiliki substansi yang sama, dari tidak ada menjadi ada, dan kembali ke tidak ada. Dari setiap segmen tragedi tersebut perasaan manusia berkelindan antara kesedihan dan kebahagian yang terus mengiring sepanjang hidupnya.

Rabu, 10 Januari 2018

Berkirim Doa Untuk Calon Suami Istri

Tulisan ini tak lebih hanyalah serpihan pengalaman. Satu pengalaman dari jutaan yang terjadi dalam hidup. Pengalaman yang jika kita tuliskan akan menjadi berjilid-jilid sejarah kehidupan. Lalu saya petik satu untuk tulisan ini, siapa tahu akan menjadi pelajaran bagi sesama. Saya tuliskan karena hal tersebut unik bagi saya pribadi. Tentu tidak dapat saya sangkal barangkali dari sekian manusia juga ada beberapa yang mengalami hal yang sama.

Minggu, 10 Desember 2017

7 Alasan Wibawa Polisi Menurun di Mata Masyarakat Kecil

Polisi sebagai aparat keamanan memiliki tanggung jawab cukup berat. Ia sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dari segi kemanan dan ketertiban. Keamanan merupakan kebutuhan primer setiap manusia yang hidup di bumi.

Selasa, 31 Oktober 2017

Manfaat Perdagangan

Sebelumnya saya selalu berpikir, bahwa seorang pedagang hanya memburu keuntungan, sebagaimana tujuan dari berdagang yaitu memperoleh laba. Namun suatu hari ketika membaca buku-buku ekonomi syariah, saya menjadi tercengang, karena mengetahui hadist-hadist Nabi yang mengungkapkan bahwa pekerjaan yang paling baik adalah perdagangan atau perniagaan. Saya penasaran, dan pembacaan saya lanjutkan.

Minggu, 15 Oktober 2017

Pekerjaan yang Paling Baik


Dalam falsafah Jawa, hidup ini diumpakan seperti "mampir ngombe" atau mampir untuk minum. Banyak orang mengutip adagium tersebut sebagai apologi dalam menerima kenyataan, menerima takdir. Mereka sering lupa bahwa di balik aktifitas minum terdapat satu rangkaian panjang yang harus dilalui.

Jumat, 01 September 2017

Perumahan Subsidi BMW Tulungagung dan Beberapa Hal yang Perlu Dicermati

Perumahan subsidi adalah program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat menengah ke bawah untuk memiliki rumah. Sehingga pemerintah membuat aturan khusus. Peraturan tersebut diantaranya adalah pembatasan harga dan tipe rumah. Namun meski sudah ada aturan yang jelas, pihak pengembang perumahan kadang membuat aturan baru yang bertentangan dengan aturan-aturan pemerintah tersebut.

Kamis, 17 Agustus 2017

Membaca dan Gangguan Keluarga

Pengetahuan seseorang mengenai segala sesuatu tidak terlepas dari pengamatan dan penyerapannya terhadap sesuatu yang lain. Fakta dalam dunia direkam oleh otak manusia kemudian dianalisa hingga terjadi dialektika antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru yang diterimanya. Dari dialektika tersebut akan muncul ide-ide baru yang mendorong perkembangan peradaban manusia.

Rabu, 17 Mei 2017

Boomerang Fans Club dan Kegilaan Masa Lalu

Setiap orang pasti mempunyai kecenderungan nada. Nada, sebagai ruh dari musik memiliki ikatan yang sangat erat dengan kehidupan. Bisa dikatakan tanpa nada tidak akan pernah ada kehidupan. Hembusan angin adalah salah satu bentuk dari nada. Suara langkah kaki adalah nada. Nafas manusia juga nada. Semua yang bergerak di alam ini merupakan nada. Dengan demikian sebenarnya antara manusia dengan nada, -sebagai unsur utama pembentuk musik- memiliki ikatan erat.

Saat menempuh pendidikan tingkat sekolah menengah pertama di MTs, saya mengenal aliran musik baru yang berbeda dari sebelumnya. Pada saat itu aliran musik Rock Alternatif yang dibawakan oleh grup band menjadi musik favorit bagi masyarakat.

Sayapun mengenal Boomerang. Grup band yang saya kenal pada tahun 2000 tersebut beraliran Hard Rock. Menurut sejarahnya Boomerang sudah terbentuk sejak 1991 dengan nama Los Angel’s. Kemudian pada tahun 1994 mengeluarkan album pertamanya dibarengi dengan perubahan nama menjadi Boomerang yang sekaligus digunakan sebagai judul album.

Koleksi poster Boomerang. 
Dari kiri ke kanan; John Paul Ivan, Hubert Henry, Roy Jeconiyah, dan Farid Martin

Yang membuat saya tertarik dengannya adalah ciri khas suara sang vokalis, Roy Jeconiyah. Suaranya serak namun dapat melengking pada nada-nada tinggi. Di sisi lain petikan gitar John Paul Ivan yang ngeballad berpadu dengan rock dapat memanjakan telinga pendengarnya. Kemudian betotan bass Hubert Henry yang sangat variatif dan berpilin mampu membelit melodi gitar di setiap pergantian chord. Dan yang tak kalah menarik gebukan drum Farid Martin yang dapat mencari celah di antara suara gitar dan bass menjadi lebih bebal. Keempatnya sebagai peramu musik yang -menurut saya- memiliki karakter unik dibanding dengan musisi lainnya.

Poster Boomerang menempel di pintu lemari saat di Pondok.

Selain kualitas musik yang baik, kesukaan saya dengan Boomerang terutama juga disebabkan oleh lirik lagu-lagunya yang banyak mengangkat tema kecintaan pada alam, perjuangan hidup, perdamaian, dan kepemudaan. Misalnya saja pada lagu Satu, menyerukan perdamaian dan kesatuan serta membeci peperangan. Serta lagu Generasiku, yang mencoba mengayuh eksistensi pemuda dalam kehidupan. Lagu Versus, yang mengangkat tema pertentangan seorang pemuda dengan ayahnya, dan masih banyak lagi.

Boomerang membuat saya mengirim surat untuk pertama kalinya. Pada tanggal 28 Januari 2002 saya mengirimkannya kepada Boomerang Funs Club (BFC) yang beralamatkan di Surabaya. Surat tersebut berisikan permohonan saya menjadi fans Boomerang. Kemudian sekitar dua bulan kemudian mendapatkan balasan dan sayapun resmi menjadi Boomers, sebutan untuk fans Boomerang. Betapa bahagianya saat itu mendapatkan kartu keanggotaan Boomers  secara resmi yang bentuknya seperti KTP.

Surat menyurat dengan manajemen Boomers tidak berhenti di situ, saya kemudian mengirim surat lagi untuk membeli satu album foto konser Boomerang. Setelah mendapatkan puluhan satu album foto saya bahagia bukan kepalang. Pada saat itu mendapatkan foto artis merupakan kebanggaan tersendiri. Karena satu-satunya cara adalah menghubungi artis yang bersangkutan atau manajerialnya. Berbeda dengan sekarang kita dapat dengan mudah mengeklik internet, semua foto akan dapat kita peroleh dalam hitungan detik.

Selain foto, saya juga membeli beberapa poster. Saya mempunyai banyak koleksi poster Boomerang yang kemudian saya tempel di dinding kamar. Bahkan hingga sekarang saya masih mempunyai dua poster meskipun kondisinya tergulung dan tersimpan dalam lemari. Yang lain saya hibahkan ke teman-teman.

Boomerang: koleksi poster yang masih tersisa.

Kesukaan saya pada Boomerang juga membawa saya mendatangi konsernya di Tulungagung pada 3 Oktober 2002. Pada tanggal itu Boomerang menghentak bumi Tulungagung bersama dengan grup musik pecahan Slank, BIP. Untuk mendekati panggung saya harus rela berjubel dengan mas-mas berambut gondrong dan berbaju compang-camping yang berjoget ala metal. Saya terhuyung ke kanan dan ke kiri, hingga akhirnya sampai di pagar besi depan panggung. Tampaklah raut wajah Roy saat meneriakkan lagu-lagunya.

Koleksi foto dari BFC: Roy Jeconiyah dalam sebuah konser.

Saya mengenal Boomerang lima tahun dari rilis album pertamanya pada 1994. Pada saat itu saya tertinggal 4 album dari Boomerang yang belum pernah saya dengarkan. Sayapun mulai berburu kaset 4 album sebelumnya. Yaitu album yang berjudul Boomerang dirilis pada tahun 1994, K.O (Kontaminasi Otak) dirilis pada tahun 1995, Disharmoni dirilis pada 1996, dan Segitiga dirilis pada 1998.

Di setiap kota saya berkunjung saya selalu menyempatkan diri mampir ke toko kaset, namun semuanya kosong. Saya sudah menelefon Loggis Reccord untuk menanyakan keberadaan kaset album namun tidak ada jawaban. Bahkan secara frontal saya mengirim uang langsung ke Loggis Record untuk pembelian empat kaset Boomerang, namun tiada kabar apapun setelahnya. Saya juga sudah menanyakan kaset tersebut ke markas Boomers di Surabaya, namun juga tidak ada. Album-album Boomerang yang saya cari tersebut di kemudian hari saya dapatkan dari download di internet saat di Malang.

Koleksi foto dari BFC: John Paul Ivan dalam sebuah konser.

Setelah saya lulus Madrasah Aliyah (MA) pada tahun 2005, bertepatan dengan dirilisnya album ketujuh Boomerang yang berjudul Urbanoustic, sang gitaris John Paul Ivan hengkang dari Boomerang dengan alasan berbeda prinsip. Maka saya juga sedikit kecewa. Boomerang dengan keempat personel yang memiliki keistimewaan masing-masing seperti kehilangan jiwa ketika sang gitaris keluar darinya. Meskipun tetap suka, namun rasa berbeda dengan sebelumnya.

 Koleksi foto dari BFC: Hubert Henry dalam sebuah konser.

Dengan masuknya Andry Franzzy menggantikan Ivan, Boomernag masih mampu mempertahankan performennya, bahkan tak sedikit yang menyatakan formasi tersebut mewarnai karakter Boomerang dengan keluarnya album Suara Jalanan pada 2009. Namun sayang pada tahun 2010 sang vokalis Roy Jeconiyah memutuskan untuk hengkang. Boomerang seperti kehilangan ruh. Meskipun begitu Boomerang mencoba tetap bertahan dengan formasi baru lagi. Dan setelah mengeluarkan album Reboisasi (2012) dan Harmonis Tak Seragam (2014), Boomerang seperti kehilangan ruhnya. Lagu-lagunya bagus, misalnya dalam album Reboisasi terdapat lagu Nol, Hening, Tetap Berdiri, dan Menggapai Harapan yang enak didengar dengan lirik yang indah juga. Namun pembawaannya tetap kurang maksimal tanpa kehadiran Roy, yang mendominasi karakter Boomerang.

Nah, yang terakhir ini dia legalitas saya sebagai Boomers Indonesia. Kartu ini kartu kedua, setelah perpanjangan masa berlaku yang pertama. Haha
Boomers Card/kartu Boomerang Fans Club halaman depan
Boomers Card/kartu Boomerang Fans Club halaman belakang.

Kartu anggota fans Boomerang tersebut sudah cetakan kedua atau kartu kedua saya. Terdapat perbedaan stempel antara cetakan pertama yang saya miliki (tahun 2003) dengan yang kedua (tahun 2004). Sayang kartu BFC yang pertama harus dikembalikan ke kantor BFC di Surabaya sebagai prasyarat pembaruan kartu. 

*****

Pada 24 April 2021 lalu tersiar kabar duka, yaitu Henry meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Hal itu terjadi belum genap setahun Farid mengundurkan diri dari Boomerang pada November 2020. Sangat menyedihkan, benar-benar seperti kehilangan sesuatu yang masih tersimpan jauh dalam hati kecil. Satu-satunya orang yang masih bertahan di Boomerang telah pergi. Lalu bagaimana kabar Boomerang selanjutnya.

Sekilas saya berpikir, untuk kembali bersatu seperti dulu akan sulit terjadi karena Ivan kini sudah memiliki band dengan nama Take Over, begitu juga dengan Roy membentuk band bernama Jecovoc. Kalaupun sekedar reoni, mungkin masih bisa terjadi. Namun bagi saya misalnya reoni benar-benar terjadi, tanpa kehadiran Henry, akan tetap tidak bisa sempurna seperti dulu lagi.