Monday, June 5, 2017

Pertemuan Terakhir

Pak Kadirun berjalan tergopoh-gopoh dari gedung lama yang sudah berusia belasan tahun. Kerap ia memandangi jam tangan yang sudah melilit di tangannya sejak lima tahun lalu. Bola matanya berpindah-pindah dari jam tangan menuju jalan berkerikil kemudian kembali ke jam tangan lagi begitu seterusnya sampai ia menaiki tangga ke lantai dua.

Selang tiga menit, ia sudah berdiri di depan kelas. Siswa yang dihadapi baru separuh yang sudah duduk di kursi. Sedang sisanya masih dalam perjalanan, itu menurut mereka yang sudah hadir. Barangkali kenyataannya ada yang masih mandi atau bahkan masih ngorok di atas kasur. Bagi pak Kadirun itu hal yang lumrah. Bangsanya terbelakang jauh dari negara-negara lain salah satu faktornya adalah kemalasan dan ketidakdisiplinan.