Wednesday, June 29, 2016

Masjid Tanpa Menara

Seusai pembacaan pujian sholawat Shollalahu setelah sholat Tarawih, kami sempatkan berbincang-bincang di teras masjid sembari menikmati jajanan tradisional. Malam begitu tenang. Pak Supangat seorang kakek di desa kami, bercerita bahwa masjid yang kami tempati ini dulunya terbuat dari kayu. Cerita berlanjut pada orang-orang yang menjadi imam dan muadzin pada saat itu. Semua menyimak dengan seksama. Lalu tibalah pada cerita yang belum pernah saya dengar.

Saturday, June 25, 2016

Tampil Anggun di Iklim Tropis Bersama Jenahara

Bila diibaratkan, perempuan adalah batu permata, sedangkan laki-laki laksana batu kali. Oleh karena itu, batu permata sudah seharusnya mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang ekstra lembut dan safety. Tak heran jika setiap batu permata dibuatkan tempat khusus yang bervariasi dan berlapis beludru sehingga membuatnya tetap terjaga.

Wednesday, June 8, 2016

Mengejar Cinta

Sudah lama saya berhenti nulis di blog ini. Sepertinya memang salah satu penyebab utamanya adalah keinginan untuk menulis hal-hal yang “serius” mengingat sekarang sudah memasuki lebih lima tahun dari seperempat abad umur saya. Saya harus meninggalkan tulisan-tulisan pop dan beralih pada yang lebih serius dan berbobot. Namun apalah daya, dengan kesibukan kerja di dua instansi membuat saya kewalahan dalam menjalani hari-hari, hingga tak satupun tulisan dapat terangkai selama hampir satu tahun.