Monday, January 29, 2018

Nostalgia Bersama Hantu-hantu

Orang yang hidup di tahun 1990 an ke belakang pasti merasakan pengalaman bersinggungan dengan hantu. Hantu, meskipun tidak semua orang pernah bertemu secara langsung namun keberadaannya tetap dipercaya. Paling tidak kepercayaan tersebut hasil pendengaran dari beberapa kerabat, teman, atau dapat diperoleh dari cerita-cerita televisi dan radio. Jaman saya dulu kecil, sering kami yang masih anak-anak berkumpul bersama bertukar pengalaman dan informasi mengenai dedemit dengan ekspresi diseram-seramkan. Biasanya forum-forum semacam itu berakhir dengan suara yang mengagetkan dari salah satu anak, kemudian semuanya berlari tungganglanggang membubarkan diri.

Wednesday, January 10, 2018

Berkirim Doa Untuk Calon Suami Istri

Tulisan ini tak lebih hanyalah serpihan pengalaman. Satu pengalaman dari jutaan yang terjadi dalam hidup. Pengalaman yang jika kita tuliskan akan menjadi berjilid-jilid sejarah kehidupan. Lalu saya petik satu untuk tulisan ini, siapa tahu akan menjadi pelajaran bagi sesama. Saya tuliskan karena hal tersebut unik bagi saya pribadi. Tentu tidak dapat saya sangkal barangkali dari sekian manusia juga ada beberapa yang mengalami hal yang sama.

Sunday, December 10, 2017

7 Alasan Wibawa Polisi Menurun di Mata Masyarakat Kecil

Polisi sebagai aparat keamanan memiliki tanggung jawab cukup berat. Ia sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dari segi kemanan dan ketertiban. Keamanan merupakan kebutuhan primer setiap manusia yang hidup di bumi.

Tuesday, October 31, 2017

Manfaat Perdagangan

Sebelumnya saya selalu berpikir, bahwa seorang pedagang hanya memburu keuntungan, sebagaimana tujuan dari berdagang yaitu memperoleh laba. Namun suatu hari ketika membaca buku-buku ekonomi syariah, saya menjadi tercengang, karena mengetahui hadist-hadist Nabi yang mengungkapkan bahwa pekerjaan yang paling baik adalah perdagangan atau perniagaan. Saya penasaran, dan pembacaan saya lanjutkan.

Sunday, October 15, 2017

Pekerjaan yang Paling Baik

Dalam falsafah Jawa hidup ini diumpakan dengan sekedar "mampir ngombe" atau sekedar mampir untuk minum. Banyak orang mengutip adagium tersebut sebagai apologi dalam menerima kenyataan. Menerima takdir. Mereka sering lupa bahwa di balik aktifitas minum terdapat satu rangkaian panjang yang harus dilalui.